HBO Siapkan Serial Poison Ivy, Showrunner The Penguin Ditunjuk
Baca dalam 60 detik
- Lauren LeFranc, otak di balik serial The Penguin, dikabarkan tengah menjajaki produksi serial Poison Ivy untuk HBO.
- Proyek ini masih tahap awal dan belum memiliki penulis naskah, serta sempat tertunda akibat merger Paramount-Warner Bros.
- Jika terealisasi, Poison Ivy akan memperkuat tren adaptasi villain Batman tanpa kehadiran sang Dark Knight di layar lebar.

HBO kembali memperluas jagat adaptasi komik DC dengan menyiapkan serial yang berfokus pada Poison Ivy, salah satu karakter ikonik dari galeri villain Batman. Menurut laporan Deadline yang dikutip Polygon, Lauren LeFranc—yang sebelumnya menjabat sebagai showrunner dan produser eksekutif serial The Penguin—dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk menggarap proyek ini sebagai produser.
Meski LeFranc terlibat dalam The Penguin, serial Poison Ivy dipastikan tidak akan terhubung dengan semesta The Batman garapan Matt Reeves maupun spin-off-nya, yang secara kolektif dikenal sebagai "Batman Epic Crime Saga". Proyek ini juga berdiri terpisah dari Clayface—yang juga mengangkat villain Batman—serta berbagai proyek DC Universe (DCU) lain seperti Superman, Lanterns, dan sejumlah film serta serial mendatang.
Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah serial Poison Ivy akan menjadi bagian dari DCU yang lebih luas atau berdiri di semesta terpisah. Ketidakjelasan ini bukan hal baru di DC, mengingat kontinuitas superhero kerap membingungkan, bahkan bagi para penggemar berat sekalipun. James Gunn, salah satu kepala DC Studios, pun sempat menyinggung rumitnya menjaga kesinambungan cerita antarproyek.
Poison Ivy, yang nama aslinya Dr. Pamela Isley, dikenal sebagai karakter yang berada di garis abu-abu antara villain dan antihero. Dalam komik, ia digambarkan sebagai ekoteroris yang memiliki kendali atas kehidupan tanaman. Di luar komik, penampilannya yang paling terkenal adalah dalam film Batman & Robin (1997) yang diperankan Uma Thurman, serta dalam serial animasi Harley Quinn dengan suara Lake Bell.
Serial ini tampaknya masih berada di tahap yang sangat awal. Deadline melaporkan bahwa proyek sempat terhenti sementara waktu akibat proses merger antara Paramount dan Warner Bros. Jika nantinya mendapat lampu hijau, serial ini akan tayang di HBO, sama seperti The Penguin. Namun, belum ada indikasi kapan produksi akan dimulai atau siapa yang akan mengisi kursi penulis naskah.
Menarik untuk dinantikan apakah Batman akan muncul dalam serial Poison Ivy, terutama jika proyek ini menjadi bagian dari DCU. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah villain Batman seperti Joker, Penguin, dan Clayface mendapatkan peran utama dalam film dan serial tanpa kehadiran Sang Dark Knight. Batman sendiri belum debut dalam bentuk live-action di DCU, meski sempat muncul sebagai cameo dalam serial animasi Creature Commandos. Batman dijadwalkan tampil dalam film live-action The Brave and the Bold, tetapi proyek tersebut tampaknya masih beberapa tahun lagi.
Sementara itu, The Batman Part 2 baru-baru ini menghentikan produksi sementara karena sutradara Matt Reeves harus mundur akibat urusan pribadi. Steven Soderbergh akan membantu menyelesaikan sekuel tersebut, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Februari 2028. Bagi penggemar DC di Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena serial-serial HBO biasanya juga tersedia melalui layanan streaming di Tanah Air, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai distribusinya.
Ke depan, apakah Poison Ivy akan menjadi bagian dari strategi besar DC Studios dalam membangun semesta yang lebih terpadu, atau justru berdiri sendiri seperti The Penguin? Jawabannya akan bergantung pada arah kreatif yang dipilih LeFranc dan timnya, serta bagaimana DC Studios menata ulang prioritas produksi mereka di tengah persaingan konten superhero yang semakin ketat.



