Kebakaran KMP Batumandi: 18 Saksi Diperiksa, Kapal Terbalik Jadi Puzzle Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Polda Banten telah memeriksa 18 saksi dari kalangan penumpang dan kru KMP Batumandi untuk mengungkap penyebab kebakaran di Perairan Merak.
- Kapal saat ini dalam kondisi terbalik dan akan diapungkan kembali dengan bantuan ASDP dan KSOP guna mendukung olah TKP.
- Penyidik bersama Puslabfor Mabes Polri masih mendalami asal api yang diduga dari kamar mesin, sementara seluruh penumpang dan awak telah dievakuasi selamat.

Penyelidikan kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak, Banten, memasuki tahap baru dengan pemeriksaan 18 saksi oleh Direktorat Polair Polda Banten. Para saksi yang terdiri dari penumpang, pengemudi bus, kepala kamar mesin, dan kru kapal itu dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab insiden yang membuat kapal terbalik.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan masih berlanjut. "Penyidik telah memeriksa 18 orang saksi. Penyelidikan masih berjalan. Yang diperiksa mulai dari penumpang, pengemudi bus, kepala kamar mesin, hingga kru kapal," ujarnya, Kamis (22/10).
Selain memeriksa saksi, Polda Banten menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini diambil guna memastikan titik awal api yang dalam laporan awal disebut berasal dari kamar mesin. "Kami pastikan penyelidikan terus berjalan dan berkoordinasi dengan Puslabfor untuk persiapan olah TKP," tambah Maruli.
Kondisi KMP Batumandi saat ini terbalik setelah terbakar. Petugas berencana mengembalikan posisi kapal untuk kepentingan penyelidikan. "Kami akan berkoordinasi dengan ASDP dan KSOP untuk membantu proses pengapungan kapal guna mendukung penyelidikan," kata Maruli.
Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menerangkan kronologi berdasarkan informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak. Kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan menuju Pelabuhan Merak. Sekitar pukul 16.15 WIB, insiden dilaporkan ketika kapal berada di alur masuk penyeberangan. Laporan awal menyebut kebakaran berasal dari kamar mesin.
"Pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut dengan selamat," ujar Yogie.
Operasi pemadaman dan evakuasi melibatkan 18 kapal serta unsur pendukung, termasuk KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, sejumlah kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan, dan unsur kepabeanan. Proses evakuasi dan pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 21.25 WIB oleh TB Karya Pacific 2291, meski empat kapal tunda masih diperlukan untuk mendukung penanganan lanjutan.
Hingga laporan terakhir, seluruh penumpang dan kru KMP Batumandi dipastikan selamat. Tim SAR tetap bersiaga di posko untuk memantau perkembangan dan mengantisipasi kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Insiden ini menyoroti pentingnya standar keselamatan pelayaran di jalur tersibuk Indonesia, Selat Sunda. Dengan kapal yang kini terbalik, proses pengapungan dan olah TKP forensik akan menjadi kunci untuk menentukan apakah kebakaran murni akibat kelalaian teknis atau ada faktor lain. Hasil penyelidikan juga akan menjadi acuan bagi ASDP dan regulator dalam memperketat inspeksi armada penyeberangan, terutama menjelang periode liburan yang meningkatkan mobilitas lintas pulau.



