Diablo: Unbound Diumumkan, Board Game Kolaborasi Blizzard dan Glass Cannon Unplugged Siap Meluncur 2027
Baca dalam 60 detik
- Glass Cannon Unplugged resmi mengumumkan Diablo: Unbound, board game kooperatif bergaya dungeon battler, di ajang Spiel Essen.
- Permainan ini mengusung mekanisme deck-building dan dadu, dengan empat kelas klasik: Barbarian, Rogue, Sorceress, dan Paladin.
- Kampanye crowdfunding di Gamefound dijadwalkan kuartal pertama 2027, menawarkan pengalaman hack-and-slash dalam format meja.

Blizzard Entertainment memperluas semesta Diablo ke ranah tabletop melalui Diablo: Unbound, sebuah board game kooperatif yang digadang-gadang sebagai "dungeon battler". Proyek ini dikembangkan oleh Glass Cannon Unplugged dan pertama kali diperkenalkan pada Rabu (22/10/2026) di Spiel Essen, pameran board game terbesar dunia di Jerman. Pengumuman ini menyusul pengumuman mengejutkan Diablo 5 di BlizzCon 2026, menandakan ambisi Blizzard untuk menghadirkan waralabanya di berbagai platform.
Berbeda dari board game adaptasi video game pada umumnya yang cenderung simplistik, Diablo: Unbound menjanjikan pengalaman mendalam dengan mekanisme deck-building dan lempar dadu. Pemain akan menjelajahi dungeon, membantai monster, dan mengumpulkan loot secara acak. Permainan dirancang untuk satu hingga empat pemain, dengan penekanan pada aksi hack-and-slash yang intens. "Anda mendapatkan pertarungan bos yang menegangkan—dan gerombolan monster yang tidak pernah berhenti," ujar Jakub Wiśniewski, CEO Glass Cannon Unplugged, dalam siaran pers. "Tapi Anda tidak merangkak melalui dungeon. Anda bertarung ke bawah. Itulah sebabnya kami menyebutnya dungeon battler."
Setia pada akar franchise, Diablo: Unbound menghadirkan empat kelas ikonik: Barbarian, Rogue, Sorceress, dan Paladin. Masing-masing memiliki pohon keterampilan, kemampuan, dan progresi unik. Kelas tambahan akan ditawarkan melalui stretch goal dan ekspansi mendatang. Struktur permainan terbagi dalam tiga act, masing-masing terdiri dari tiga level dungeon dengan bos kuat di akhir setiap act. Durasi satu dungeon sekitar 60–90 menit, sementara satu act penuh memakan waktu tiga hingga empat jam.
Selain mode kampanye, tersedia mode endgame bernama Torment yang memungkinkan pemain menghadapi bos apa pun "terlepas dari tier-nya, dalam bentuk ultimate, diseimbangkan untuk menantang party karakter endgame." Mekanisme loot acak dan risiko-reward yang tinggi menjadi daya tarik utama, mencerminkan sensasi grind khas Diablo. Antara ekspedisi dungeon, pemain memasuki Fase Kota untuk meningkatkan keterampilan, mengelola loot, dan melakukan respec—fitur yang akrab bagi penggemar seri ini.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman Diablo yang autentik di atas meja, dengan keputusan taktis dan adrenalin yang sama," tambah Wiśniewski.
Glass Cannon Unplugged bukan nama baru dalam adaptasi video game ke board game. Portofolio mereka mencakup Frostpunk: The Board Game, Apex Legends: The Board Game, Dying Light: The Board Game, dan Don't Starve: The Board Game. Reputasi ini memberikan keyakinan bahwa Diablo: Unbound tidak sekadar produk lisensi, melainkan karya yang dipikirkan matang. Bagi Blizzard, langkah ini memperluas jangkauan IP ke audiens tabletop yang selama ini diabaikan, sekaligus menjaga relevansi waralaba di antara rilis video game utama.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Pasar board game adaptasi video game sering kali menghadapi skeptisisme soal kedalaman mekanisme dan kualitas komponen. Dengan harga yang belum diumumkan, calon pembeli akan menilai apakah permainan ini mampu menawarkan replayability yang dijanjikan. Kampanye Gamefound nanti akan menjadi ujian awal: apakah antusiasme penggemar Diablo mampu mendorong pendanaan hingga stretch goal ambisius, atau justru sebaliknya.
Bagi pasar Indonesia, board game seperti Diablo: Unbound berpotensi memperluas komunitas tabletop lokal yang selama ini didominasi judul-judul seperti Catan atau Ticket to Ride. Dengan basis penggemar game ARPG yang besar, adaptasi ini bisa menjadi jembatan bagi gamer digital untuk mencoba hobi baru. Namun, distribusi dan harga akan menjadi faktor penentu, mengingat produk impor board game sering kali dibanderol mahal akibat biaya logistik dan pajak.
Glass Cannon Unplugged berencana mengungkap detail lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan, dengan kampanye penuh di Gamefound pada kuartal pertama 2027. Jika sukses, Diablo: Unbound tidak hanya menjadi pelengkap ekosistem Diablo, tetapi juga preseden bagi adaptasi franchise game lain ke meja. Akankah board game ini mampu menyaingi sensasi klik-dan-bunuh di layar, atau justru menjadi pengalaman sosial yang lebih personal? Waktu yang akan menjawab, tetapi antusiasme di Spiel Essen menunjukkan tanda-tanda positif.



