Bareskrim Bongkar Judi Online Boxkia, WN China Ditangkap di Kembangan
Baca dalam 60 detik
- Bareskrim Polri menangkap empat orang, termasuk WN China Jhiazi Chen, terkait operasi situs judi online Boxkia.
- Situs ini memakai mekanisme gacha dengan mata uang virtual dan menyediakan deposit via BRIVA, USDT, serta QRIS.
- Penyidik masih memeriksa tersangka, memblokir rekening, dan berencana menggledah kantor Boxkia di Tokopedia Tower.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap jaringan judi online Boxkia yang dikendalikan warga negara China. Empat orang ditangkap dalam operasi yang berlangsung sejak Selasa (20/10) hingga Rabu (21/10) di Jakarta Barat.
Menurut Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto, situs Boxkia tidak menawarkan taruhan konvensional. Platform itu memakai mekanisme spin game atau gacha: pemain membeli mata uang virtual untuk memutar undian dan memenangkan barang seperti item, action figure, atau kartu. Hadiah fisik itu kemudian dapat dijual kembali, sehingga alur ekonomi situs menyerupai perjudian terselubung.
Untuk memperlancar transaksi, pengelola menyediakan beberapa kanal deposit, yakni akun BRIVA, aset kripto USDT, dan pembayaran QRIS. Penarikan dana pemain disalurkan melalui rekening Bank Permata serta rekening BRI yang menggunakan layanan DOKU. Kombinasi kanal konvensional dan aset digital ini menunjukkan upaya menghindari deteksi sistem pembayaran konvensional.
Jhiazi Chen diduga berperan sebagai pengendali sekaligus penanggung jawab operasional kantor Boxkia. Ia disebut mengatur pembagian kerja karyawan dan mempromosikan situs melalui dunia maya. Penangkapannya dilakukan pada Rabu (21/10) sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah apartemen di Kembangan, Jakarta Barat.
Farhan Akbar Djafar bekerja di divisi kreatif, bertugas menyunting konten, mendesain grafis, dan mempublikasikan materi promosi lewat Instagram serta TikTok. Alfi Sena Pradipta menempati posisi customer service dan admin, sekaligus berupaya meningkatkan engagement pengguna untuk mendongkrak peringkat situs. Lesica menangani keuangan, termasuk penggajian karyawan, pembukuan, serta transaksi deposit dan penarikan dana pemain.
"Penyidik merencanakan penggeledahan di kantor Boxkia yang berdasarkan laporan beralamat di Tokopedia Tower, Cengkareng, Jakarta Barat," ujar Suhermanto.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa keempat tersangka dan telah mengajukan pemblokiran rekening yang diduga dipakai untuk operasional situs. Langkah ini menandai perluasan penindakan terhadap judi online yang kian sering menyamarkan diri sebagai platform permainan digital.
Kasus Boxkia memperlihatkan pola baru: judi tidak lagi selalu tampil sebagai situs taruhan bola atau kasino virtual, tetapi dibungkus sebagai permainan gacha yang memikat generasi muda. Penggunaan QRIS dan USDT juga menjadi sinyal bahwa pelaku memanfaatkan celah pembayaran digital yang lazim dipakai masyarakat. Penegakan hukum pun dituntut tidak hanya menyasar operator, tetapi juga ekosistem pembayaran dan promosi di media sosial yang membuat situs semacam ini mudah diakses.
Ke depan, publik menanti apakah penggeledahan di Tokopedia Tower akan mengungkap aktor lain di balik jaringan ini. Yang lebih penting, apakah pemblokiran rekening dan penelusuran aset kripto mampu memutus aliran dana yang selama ini mengalir ke luar negeri.



