Glee Bangkit Lagi: Disney Restui Revival, Ryan Murphy Kumpulkan 10 Bintang Asli
Baca dalam 60 detik
- Disney resmi memesan sekuel Glee untuk Disney+ dan Hulu, 11 tahun setelah serial itu tamat pada 2015.
- Ryan Murphy bersama Brad Falchuk dan Ian Brennan telah menulis naskah dan menghubungi sekitar 10 mantan pemain inti.
- Belum ada nama yang dikonfirmasi kembali, sementara bayang-bayang kematian tiga bintang asal masih menyelimuti proyek.

Disney memastikan Glee akan hidup kembali. Setelah sebelas tahun berlalu sejak episode terakhirnya mengudara pada 2015, studio itu resmi memesan lanjutan serial musikal remaja tersebut untuk Disney+ dan Hulu. Pengumuman disampaikan pada Rabu (21/10/2026) melalui akun Instagram resmi Glee, yang mengunggah grafis bertuliskan “It’s official. Glee is returning.”
Keputusan itu menandai kebangkitan salah satu fenomena televisi paling berpengaruh dekade lalu. Glee bukan sekadar drama sekolah menengah; ia melahirkan budaya paduan suara di layar kaca, menjual jutaan lagu, dan mencetak enam Primetime Emmy serta empat Golden Globe. Kini, dengan modal nostalgia dan basis penggemar yang masih solid, Disney ingin mengulang resonansi itu di platform streaming.
Ryan Murphy, pencipta Glee yang juga dikenal lewat American Horror Story, tidak tinggal diam. Ia telah menyelesaikan naskah bersama Brad Falchuk dan Ian Brennan—trio yang menulis dua musim pertama. Dalam wawancara dengan Entertainment Tonight pada September, Murphy mengaku baru merampungkan skrip tersebut sejam sebelum sesi wawancara. “Kami punya naskah. Brad, Ian, dan saya, yang menulis semua dua musim pertama, telah menulis sesuatu,” ujarnya.
Murphy juga mengungkap bahwa ia sudah menghubungi sekitar sepuluh pemain asli untuk menjajaki kemungkinan kembali. Menurutnya, respons mereka antusias meski diliputi banyak pertanyaan. “Mereka semua sangat bersemangat dengan ide ini,” kata Murphy. Namun, hingga kini belum ada satu pun nama yang dikonfirmasi secara resmi, dan Disney belum mengumumkan jadwal produksi maupun tanggal tayang.
Di balik euforia, bayang-bayang tragedi tetap membayangi. Cory Monteith, yang memerankan Finn Hudson, meninggal pada Juli 2013 di usia 31 tahun akibat keracunan obat campuran di sebuah hotel di Vancouver. Tujuh tahun berselang, Naya Rivera (Santana Lopez) tewas tenggelam secara tidak sengaja di Lake Piru, California, pada 2020 setelah menyelamatkan putranya. Sebelumnya, Mark Salling (Noah “Puck” Puckerman) mengakhiri hidupnya pada Januari 2018 saat menunggu vonis atas kasus kepemilikan materi pelecehan seksual anak.
Ketiadaan mereka menjadi tantangan naratif tersendiri. Serial revival mesti menghormati warisan para bintang yang telah tiada tanpa terjebak eksploitasi tragedi. Di sisi lain, para penggemar menantikan apakah Lea Michele (Rachel Berry), Jane Lynch (Sue Sylvester), Chris Colfer (Kurt Hummel), dan Darren Criss (Blaine Anderson) akan kembali. Murphy menyebut pendekatan personal telah dilakukan, tetapi negosiasi kontrak dan kesediaan jadwal masih menjadi penentu.
Bagi industri hiburan global, revival Glee adalah taruhan komersial yang masuk akal. Platform streaming tengah berlomba menghidupkan kembali waralaba lama untuk menahan laju churn pelanggan. Namun, kesuksesan tidak datang otomatis: penonton muda yang menjadi target Disney+ dan Hulu hari ini tidak memiliki ikatan emosional dengan New Directions angkatan 2009. Serial ini harus mampu menjembatani nostalgia generasi lama dengan selera baru.
Di Indonesia, Glee memiliki tempat tersendiri di hati penonton era 2010-an. Lagu-lagu seperti “Don’t Stop Believin’” dan “Teenage Dream” sempat menjadi soundtrack komunitas penggemar dan paduan suara sekolah. Kebangkitan Glee bisa memicu kembali gelombang minat pada musik paduan suara, sekaligus menjadi ujian bagi Disney+ Hotstar dalam mengemas konten nostalgia untuk pasar lokal. Jika berhasil, formula ini bisa ditiru untuk waralaba lain yang memiliki basis penggemar setia di Tanah Air.
Yang tersisa sekarang adalah pertanyaan tentang arah cerita. Apakah revival ini akan menjadi kelanjutan langsung, reboot dengan wajah baru, atau tribut bagi para bintang yang telah pergi? Jawabannya akan menentukan apakah Glee mampu menyanyikan lagu baru di panggung yang sudah berubah—atau justru terjebak mengulang nada lama.



