Burnham Pangkas Biaya Tetap Gas, Nesta Klaim Tagihan Turun £27 per Tahun
Baca dalam 60 detik
- PM Inggris Andy Burnham memerintahkan kajian penghapusan standing charge gas demi meringankan beban rumah tangga.
- Nesta memperkirakan pemindahan biaya tetap ke tarif per unit menghemat £27 setahun, tetapi pengguna gas besar berisiko membayar lebih.
- Ofgem masih mengkaji formula tarif, sementara kenaikan harga energi 16% pada Januari memperketat tekanan fiskal.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengambil langkah politik yang jarang dilakukan: memerintahkan jajarannya mengkaji penghapusan biaya tetap (standing charge) pada tagihan gas. Instruksi itu disampaikan langsung dalam sesi Prime Minister's Questions, menandai intervensi pertama seorang perdana menteri terhadap komponen tarif energi yang selama bertahun-tahun menjadi sumber keluhan konsumen.
Standing charge adalah pungutan harian tetap yang dibebankan terlepas dari seberapa banyak gas yang dipakai. Rata-rata mencapai 29,7 pence per hari untuk gas dan 54,8 pence per hari untuk listrik. Bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, beban ini terasa berat karena tidak bisa ditekan dengan menghemat pemakaian.
Burnham menugaskan Menteri Keuangan John Healey dan Menteri Energi Miatta Fahnbulleh untuk menelaah kemungkinan penghapusan tersebut dan melaporkan hasilnya ke parlemen secepatnya. Namun, ia tidak merinci mekanisme teknisnya. Celah inilah yang membuat sejumlah pihak meragukan efektivitas rencana.
Badan riset Nesta menilai langkah ini progresif karena biaya tetap akan dipindahkan ke tarif per unit, sehingga rumah tangga hanya membayar sesuai konsumsi. Direktur Sustainable Future Nesta, Madeleine Gabriel, menyatakan bahwa penghapusan standing charge gas dan pengalihannya ke tarif per unit akan membantu mereka yang paling terdampak kenaikan harga energi.
Namun, asosiasi industri Energy UK mengingatkan bahwa dampak terhadap tagihan bergantung pada bagaimana dan di mana biaya tersebut dialokasikan kembali. Jika seluruh biaya ditumpuk ke tarif per unit, pengguna gas besar—termasuk rumah tangga rentan dengan konsumsi tinggi—bisa menanggung kenaikan.
Citizens Advice juga menyoroti risiko serupa. Reformasi tarif berpotensi menghukum kelompok berpenghasilan rendah yang justru membutuhkan energi lebih banyak, misalnya karena kondisi kesehatan atau anggota keluarga lanjut usia. Regulator Ofgem telah menjalankan konsultasi publik hampir dua tahun dan menguji skema tarif standing charge rendah, tetapi belum menarik kesimpulan pasti.
"Menghapus standing charge gas dan memindahkan biaya itu ke tarif per unit akan membantu mereka yang paling terpukul oleh kenaikan harga energi," kata Madeleine Gabriel, Direktur Sustainable Future Nesta.
Di sisi lain, Burnham mengaitkan keputusan kontroversial memberi lampu hijau pada lapangan gas Jackdaw di Laut Utara sebagai langkah pragmatis untuk memperbesar investasi energi terbarukan. Ia berargumen bahwa memutus kaitan antara harga gas dan listrik dalam periode parlemen ini akan menurunkan tagihan rumah tangga secara substansial.
Harga listrik di Inggris memang largely ditentukan oleh harga gas, yang menjadi salah satu penyebab tarif listrik negara itu lebih tinggi dibanding banyak negara Eropa. Namun, penghapusan standing charge hanya menyentuh komponen gas, sementara standing charge listrik tetap berlaku. Juru bicara perdana menteri beralasan PPN listrik sudah dipotong.
Tekanan politik terhadap Healey menjelang anggaran pekan depan semakin besar. Ia dihadapkan pada tuntutan menghadirkan dukungan energi yang lebih terarah musim dingin ini, terutama karena harga energi diprediksi melonjak 16% pada Januari. Tanpa terobosan, rencana penghapusan standing charge berisiko menjadi janji tanpa dampak nyata bagi kantong rumah tangga.
Pertanyaannya kini: akankah pemerintah memilih formula yang benar-benar melindungi kelompok rentan, atau sekadar memindahkan beban dari satu pos ke pos lain tanpa menyentuh akar persoalan harga energi?



