Piastri: McLaren Tak Akan Temukan Jawaban Ajaib Musim Ini
Baca dalam 60 detik
- Oscar Piastri menegaskan McLaren tidak akan menemukan solusi instan untuk masalah mobil MCL40 sebelum musim 2026 berakhir.
- Performa mobil dinilai inkonsisten, dan Piastri mengakui Lando Norris tampil lebih baik dari kemampuan mobil sebenarnya.
- McLaren hanya unggul tujuh poin dari Red Bull di klasemen konstruktor, membuat sisa enam balapan menjadi penentu.

Oscar Piastri menyatakan bahwa McLaren kemungkinan besar tidak akan menemukan perbaikan untuk masalah mobil mereka sebelum musim Formula 1 2026 berakhir. Dengan hanya enam balapan tersisa, pembalap asal Australia itu menilai MCL40 sudah mencapai batasnya.
“Dalam jangka pendek, ini mungkin sebaik yang akan kita dapatkan,” ujar Piastri kepada media. “Malaysia adalah langkah maju yang baik dalam memahami apa yang perlu saya lakukan untuk membawa mobil lebih dekat ke titik yang saya inginkan. Saya tidak berpikir kita akan memiliki jawaban ajaib tahun ini.”
Regulasi 2026 telah membawa perubahan drastis yang membuat sejumlah pembalap di grid kesulitan memahami karakter mobil. Piastri mengakui bahwa mobil dan ban sangat berbeda, dan kondisi ini tidak akan berubah dalam waktu dekat. “Saya jelas membuat kemajuan, tapi masih belum senyaman yang saya inginkan,” tambahnya.
Piastri menggambarkan performa McLaren sebagai all or nothing. “Entah Anda jauh tertinggal atau benar-benar cepat. Tidak ada di antaranya,” katanya. Ketika ditanya apa yang menyebabkan perubahan performa drastis, ia bercanda, “Jika saya tahu, saya akan menjadi orang yang jauh lebih bahagia.”
Ia juga mengakui bahwa rekan setimnya dan juara bertahan Lando Norris terkadang tampil lebih baik dari kemampuan mobil sebenarnya. “Beberapa lap yang dilakukan Lando di kualifikasi untuk menempatkan mobil di pole lebih baik dari yang pantas didapat mobil,” ujarnya. Norris sendiri menggambarkan mobil itu “melelahkan secara mental” untuk dikendarai.
“Saya tidak berpikir kita akan memiliki jawaban ajaib tahun ini.” — Oscar Piastri
Komentar Piastri menggarisbawahi tantangan yang dihadapi McLaren di bawah regulasi baru. Meskipun tim terus mengumpulkan poin, inkonsistensi performa menjadi ancaman serius di sisa musim. Dengan Red Bull yang semakin kompetitif, posisi McLaren di klasemen konstruktor bisa tergeser jika tidak segera menemukan stabilitas.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, situasi ini menjadi pengingat bahwa adopsi regulasi teknis baru selalu menghadirkan periode adaptasi yang tidak merata. Tim yang mampu membaca karakter mobil lebih cepat akan mendapatkan keuntungan, sementara yang lain harus bersabar hingga musim berikutnya. McLaren, dengan sumber daya dan sejarahnya, diharapkan mampu bangkit, tetapi tekanan dari rival semakin nyata.
Pertanyaannya kini: akankah McLaren mampu mempertahankan posisi tiga besar hingga akhir musim, atau justru terjebak dalam ketidakpastian hingga mobil 2027 tiba? Sisa enam balapan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Piastri, Norris, dan seluruh tim.



