Como Hancurkan Manchester United 4-1, Posisi Michael Carrick di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dipermalukan Como 4-1 di Liga Champions, memperpanjang rentetan hasil buruk menjadi hanya dua kemenangan sepanjang musim.
- Kekalahan ini memicu konflik terbuka antara manajer Michael Carrick dan kapten Bruno Fernandes soal taktik pressing.
- Keputusan mengenai masa depan Carrick akan dibahas manajemen jelang laga melawan Bournemouth akhir pekan ini.

Manchester United menelan kekalahan memalukan 1-4 dari Como pada laga Liga Champions di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini tidak hanya memperpanjang paceklik tim menjadi hanya dua kemenangan di seluruh kompetisi musim ini, tetapi juga memunculkan perpecahan di dalam ruang ganti yang mengancam posisi manajer Michael Carrick.
Kekalahan dari tim debutan kompetisi Eropa tersebut membuat United menjadi sorotan tajam. Padahal, Como yang dilatih Cesc Fàbregas tampil sebagai underdog dengan total hanya 62 penampilan Liga Champions yang dimiliki para pemainnya, berbanding 242 milik United. Namun, di lapangan, anak asuh Fàbregas tampil sebagai satu kesatuan yang solid, sementara United tampak kehilangan arah dan organisasi permainan.
Krisis dimulai sejak menit kedua ketika Nico Paz, yang menjadi mimpi buruk bagi lini belakang United, mencetak gol pembuka lewat tendangan melengkung dari sisi kanan. Gol tersebut menjadi pukulan telak karena United tercatat sebagai tim Inggris pertama yang kebobolan dalam dua menit di dua pertandingan Eropa berturut-turut, setelah sebelumnya juga kecolongan cepat saat melawan Atlético Madrid. Kelengahan di lini pertahanan dan kurangnya kualitas individu menjadi gambaran mikroskopis dari performa buruk United malam itu.
Di babak kedua, Carrick mencoba mengubah taktik dengan memasukkan Carlos Baleba dan Amad Diallo, menggeser Youri Tielemans ke tengah dan Bruno Fernandes ke posisi nomor 10. Namun, perubahan itu justru berbuah petaka. Como menambah keunggulan pada menit ke-49 melalui Tasos Douvikas setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang United. Nico Paz kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-57, sebelum Jacobo Ramón menutup pesta gol Como pada menit ke-76 melalui sundulan memanfaatkan umpan Kaiki Bruno.
"Kami sebenarnya melakukan pressing setengah setengah secara man-to-man di babak kedua, dan justru kebobolan dari situ," ujar Carrick dalam konferensi pers usai pertandingan, membalas kritik kaptennya.
Ketegangan di dalam tim semakin terbuka setelah Bruno Fernandes menyatakan bahwa staf pelatih yang memutuskan taktik untuk tidak melakukan pressing. Pernyataan itu memicu reaksi tajam dari Carrick. Konflik ini menambah daftar masalah internal United, setelah pekan lalu Lisandro Martínez mengkritik direktur sepak bola Jason Wilcox terkait rekrutmen pemain, meskipun bek asal Argentina itu kemudian meminta maaf.
Posisi Carrick kini dipertaruhkan. Meskipun ia membantah pertanyaan tentang kemungkinan mundur, manajemen klub dipastikan akan membahas nasibnya sebelum laga melawan Bournemouth pada Minggu (25/10/2026). Kekalahan dari Como memperlihatkan bahwa Carrick belum mampu membangkitkan semangat juang para pemainnya, terutama saat tertinggal di babak pertama. Jika ia tetap dipertahankan, tekanan publik dan ekspektasi tinggi di Old Trafford akan terus membayangi setiap langkahnya.
Bagi United, kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga cerminan masalah struktural yang lebih dalam: mulai dari lemahnya perencanaan transfer, minimnya kualitas pemain pelapis, hingga ketidakjelasan identitas permainan. Sementara itu, Como mencatat kemenangan paling bersejarah dalam 119 tahun berdirinya klub, sekaligus membuktikan bahwa label "sepak bola terindah di lokasi terindah" bukan sekadar semboyan. Pertanyaannya kini, akankah Carrick menjadi korban berikutnya dari budaya klub yang kerap mengorbankan manajer ketika hasil tidak sesuai ekspektasi?



