Marquez Puji Martin: 'Talenta Luar Biasa' di Tengah Persaingan Gelar MotoGP
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez menyebut Jorge Martin sebagai pembalap dengan bakat luar biasa dan mengakui gaya balapnya mirip, terutama saat pengereman.
- Persaingan gelar MotoGP musim ini kian ketat dengan Martin unggul dua poin atas Marquez, sementara Bezzecchi tertinggal 46 poin di posisi ketiga.
- Keputusan Martin pindah ke Yamaha musim depan menjadi sorotan, mengingat performa tim yang kurang kompetitif dibandingkan Aprilia.

Marc Marquez akhirnya angkat bicara tentang Jorge Martin, rival utamanya dalam perebutan gelar MotoGP musim ini. Dalam sesi jumpa pers di Mandalika, pembalap Ducati itu memuji habis-habisan talenta yang dimiliki pembalap Aprilia tersebut, menyebutnya sebagai salah satu pembalap yang paling mengesankannya.
Pujian itu keluar setelah seorang jurnalis Italia menyoroti fakta bahwa Marquez jarang membahas Martin secara spesifik, meski keduanya kini terlibat duel sengit di puncak klasemen. Reaksi Marquez pun terekam jelas: ia tampak terkejut, melebarkan mata, mengangkat alis, dan menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawab.
โBagi saya, Martin adalah pembalap yang sangat bertalenta, talenta yang luar biasa,โ ujar Marquez, seperti dikutip Motorsport.com.
Marquez lantas mengungkapkan bahwa ia sempat melihat data telemetri seluruh pembalap Ducati ketika bergabung dengan Gresini Racing pada 2024. Saat itulah ia menyadari kualitas Martin, terutama kemampuan sang pembalap dalam mengendalikan motor. โGaya balapnya sangat mirip dengan saya, khususnya saat pengereman. Dia memang sering menggantung jauh dari motor, tapi dia pembalap yang tidak pernah mundur, salah satu pejuang,โ tambahnya.
Meski memuji, Marquez juga menyoroti keputusan Martin yang memilih pindah ke Yamaha musim depan. Menurutnya, pilihan itu berisiko karena Yamaha saat ini memiliki motor yang kurang kompetitif. โKita lihat tahun depan. Kalau punya motor bagus, seperti yang dia miliki sekarang, banyak hal bisa dilakukan. Tapi kalau tahun depan motornya tidak mendukung, mau sebagus apa pun Martin, Quartararo, atau Marquez, tidak akan bisa berbuat apa-apa,โ tegasnya.
Pernyataan itu seolah menjadi cermin pengalaman pribadi Marquez. Pada 2024, ia rela meninggalkan Honda dengan kontrak senilai โฌ20 juta dan memilih bergabung dengan Gresini tanpa gaji. Tujuannya satu: menemukan kembali sensasi kompetitif dan bersaing di depan. โDi olahraga ini, ada perpaduan antara pembalap dan motor. Karena itu, kita harus pintar, egois, dan kadang menelan harga diri untuk mencari tempat terbaik. Menelan harga diri itu artinya mau menerima potongan gaji,โ ujarnya.
Sementara itu, Martin mengaku senang mendengar pujian dari Marquez. Menurutnya, pengakuan dari pembalap sekaliber Marquez merupakan sumber kebanggaan tersendiri. โSaya sangat percaya bahwa Marc adalah sosok yang membuat saya lebih baik, karena untuk mengalahkannya saya harus mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Saya berharap bisa terus bersaing dengannya selama bertahun-tahun,โ kata Martin.
Persaingan gelar musim ini memang kian memanas. Setelah Bezzecchi memimpin hasil 1-2-3-4 bersejarah bagi Aprilia di Mandalika, Martin kembali merebut puncak klasemen lewat finis ketiga. Dengan lima seri tersisa, duel Marquez-Martin diprediksi akan berlangsung hingga balapan terakhir. Akankah Martin mampu mempertahankan konsistensinya, atau justru Marquez yang kembali menunjukkan dominasinya seperti musim lalu?



