Agya Stylix Bawa TGRI Panen Gelar di Mandalika, Farrel dan Amato Ukir Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Toyota Gazoo Racing Indonesia menutup musim 2026 dengan gelar juara nasional di Kejurnas ITCR 1.200 lewat dua pembalapnya, Farrel Rafellyno Augusto dan Amato Rudolph.
- Farrel, debutan berusia 16 tahun, langsung menjadi Juara Nasional Kelas Non-Seeded, sementara Amato finis runner-up overall di kelas Seeded A.
- Dominasi TGRI di Mandalika melengkapi capaian sebelumnya di ajang rally dan menjadi fondasi pengembangan talenta muda serta promosi New Agya Stylix.

Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) memastikan musim balap 2026 ditutup dengan catatan gemilang. Pada seri final Kejuaraan Nasional ITCR 1.200 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan lalu, dua pembalap binaan mereka memastikan gelar juara di kelas masing-masing dengan mengandalkan New Agya Stylix.
Farrel Rafellyno Augusto, pembalap yang baru menginjak usia 16 tahun, keluar sebagai Juara Nasional Kelas Non-Seeded. Konsistensinya sepanjang musim——termasuk kemenangan di seri kelima dan posisi kedua pada seri keenam——membuatnya unggul di klasemen akhir. Prestasi ini terbilang istimewa karena ia menjalani debut di ajang nasional bersama TGRI.
Di kelas Seeded A yang dihuni pembalap senior, Amato Rudolph harus puas sebagai runner-up overall. Meski demikian, penampilannya sejak sesi kualifikasi hingga menuntaskan 12 putaran balapan penutup menunjukkan daya saing tinggi. Ia mengaku musim ini menjadi tantangan tersendiri dan bersyukur bisa mencatatkan hasil lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Takuya Yokohama, menyampaikan apresiasi atas capaian kedua pembalap. Ia menyoroti performa Farrel yang langsung bersinar di musim debut serta ketangguhan Amato dalam menghadapi persaingan ketat. Menurutnya, prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pembalap TGRI untuk terus meningkatkan performa di ajang balap musim depan.
"Setelah berhasil mempertahankan gelar Juara Nasional Rally dan Sprint Rally, kini TGRI menambah gelar Juara Nasional melalui Kejurnas ITCR 1200," ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma.
Keberhasilan di Mandalika melengkapi dominasi TGRI di kancah motorsport nasional sepanjang 2026. Sebelumnya, tim ini sukses mempertahankan gelar juara nasional di ajang Rally dan Sprint Rally. Bagi Toyota, keikutsertaan di berbagai kompetisi bukan sekadar berburu kemenangan, melainkan wahana menguji ketangguhan kendaraan sekaligus mencetak talenta muda.
Ekosistem balap pendukung seperti Agya One Make Race (OMR) turut berperan. Memasuki tahun ketiga, ajang yang diikuti 16 peserta dari 10 tim ini semakin diminati pembalap muda karena menggunakan New Agya Stylix yang adaptif. Pada seri penutup di Mandalika, Romy Tahrizi dari GR Garage Auto2000 Racing Team keluar sebagai kampiun kelas Seeded, sementara kategori Non-Seeded dimenangkan oleh Rizky Rafi Thamrin dan Arya Duta Kamdani.
Bagi industri otomotif nasional, keberhasilan TGRI di ajang balap menjadi sinyal positif bahwa pabrikan tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga investasi jangka panjang di bidang pengembangan sumber daya manusia dan teknologi kendaraan. Ajang balap seperti ITCR 1.200 dan OMR menjadi laboratorium hidup untuk menguji performa mesin, sasis, dan fitur keselamatan dalam kondisi ekstrem.
Ke depan, tantangannya adalah menjaga momentum. Dengan regulasi balap yang terus berkembang dan persaingan dari merek lain yang semakin agresif, dominasi TGRI di level nasional akan diuji. Apakah musim 2027 menjadi panggung bagi generasi baru pembalap muda untuk bersinar, atau justru menjadi ajang pembuktian bagi para senior? Publik motorsport Indonesia menanti jawabannya di lintasan.



