Honda Hadapi Phillip Island dengan Satu Pembalap, Joan Mir Belum Pulih
Baca dalam 60 detik
- Joan Mir absen lagi di MotoGP Australia karena masalah kesehatan yang belum terdiagnosis, memaksa Honda hanya menurunkan Luca Marini.
- Aleix Espargaró, pengganti Mir di Indonesia, juga harus naik meja operasi akibat arm pump, sementara Takaaki Nakagami masih cedera.
- Situasi ini menguji kedalaman skuad Honda dan bisa memengaruhi pengembangan motor 2027 di tengah musim yang berat.

Honda kembali harus menghadapi kenyataan pahit di lintasan MotoGP. Untuk seri Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini, tim pabrikan asal Jepang itu hanya akan diperkuat Luca Marini, menyusul belum pulihnya Joan Mir dari gangguan kesehatan yang hingga kini belum teridentifikasi.
Sejak mundur dari balapan San Marino pada 13 September lalu, Mir memang belum pernah lagi turun ke lintasan. Upaya pemulihan intensif yang dijalankan bersama tim medisnya belum membuahkan hasil. Manajemen Honda menilai Grand Prix Australia masih terlalu dini bagi pembalap asal Spanyol itu untuk kembali berkompetisi. "Joan Mir dan tim medisnya bekerja keras untuk mencapai kondisi balapan; namun, mereka menilai GP Australia di Phillip Island terlalu cepat, sehingga akan terus memantau kondisinya," demikian pernyataan resmi Honda seperti dikutip Motorsport.com.
Absennya Mir seharusnya bisa ditutup oleh Aleix Espargaró, pembalap penguji yang sebelumnya menggantikannya di Mandalika. Namun, Espargaró justru mengalami masalah pada lengan yang memerlukan tindakan operasi. Ia didiagnosis menderita chronic exertional compartment syndrome setelah menjalani tes privat di Sirkuit Sepang, Malaysia, dengan motor prototipe RC214V bertenaga 850cc yang disiapkan untuk musim 2027. Akibatnya, Espargaró harus menjalani operasi di Barcelona dalam beberapa hari ke depan dan dipastikan absen di Australia.
Kondisi ini diperparah dengan cedera yang dialami Takaaki Nakagami. Pembalap Jepang itu mengalami kecelakaan saat tampil sebagai wild card di GP Jepang tiga pekan lalu. Dengan demikian, Honda tidak dapat memenuhi kewajiban menurunkan dua pembalap di Phillip Island, yang tahun ini menjadi penyelenggaraan terakhir MotoGP di sirkuit legendaris tersebut.
Teka-teki seputar kondisi Mir masih menjadi perhatian. Setelah finis ke-20 di sprint race Misano, ia mengaku tidak dalam kondisi prima. "Saya tidak merasa 100 persen, bahkan tidak 50 persen," ujarnya saat itu. Keesokan harinya, ia memulai balapan namun terpaksa mundur setelah lima lap dan langsung terbang ke Barcelona untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya menunjukkan "parameter darah yang berubah yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut," menurut keterangan tim.
Semula Honda menyatakan Mir akan istirahat dan absen di Austria, dengan harapan bisa kembali di Jepang. Namun, pada 22 September, diumumkan bahwa ia juga tidak akan tampil di Motegi dan Mandalika. Dokter Angel Charte, Direktur Medis MotoGP, menjelaskan bahwa hasil tes belum konklusif dan meresepkan istirahat total serta terapi rehabilitasi selama 15 hari. Periode tersebut kini telah berakhir, tetapi hasil pemeriksaan lanjutan di Dexeus University Hospital belum dipublikasikan.
"Joan Mir telah mengalami berbagai gejala yang memengaruhi energi dan performanya selama beberapa bulan, yang belakangan memburuk; untuk sementara, penyebab pastinya belum diketahui," ujar Dr. Charte dalam pernyataan resmi.
Bagi Honda, situasi ini menjadi ujian berat di tengah musim yang penuh tantangan. Kehilangan dua pembalap reguler sekaligus memaksa tim mengandalkan Marini seorang diri, sementara Espargaró yang seharusnya menjadi tulang punggung pengembangan motor 2027 harus menjalani pemulihan pascaoperasi. Hal ini tentu berdampak pada laju pengembangan teknis, terutama karena Espargaró adalah pembalap penguji utama yang mengumpulkan data penting untuk musim depan.
Di sisi lain, Phillip Island akan menjadi saksi perpisahan dengan MotoGP setelah kontraknya tidak diperpanjang. Honda tentu ingin memberikan hasil terbaik, tetapi dengan komposisi tim yang compang-camping, ekspektasi realistis adalah mengamankan poin dan meminimalkan risiko. Sementara itu, para penggemar di Indonesia yang baru saja menyaksikan Espargaró tampil di Mandalika mungkin bertanya-tanya: akankah Honda mampu bangkit sebelum musim berakhir, atau justru terpuruk lebih dalam?



