John Bishop Kembali ke TV Sabtu Malam: Kuis 'Wisdom Of The Crowd' dan Taruhan Format Keluarga di Era Streaming
Baca dalam 60 detik
- Komedian John Bishop didapuk menjadi pembawa acara kuis terbaru BBC, Wisdom Of The Crowd, yang mengandalkan fenomena ilmiah 'kebijaksanaan orang banyak'.
- Di tengah gempuran platform streaming, Bishop menilai slot Sabtu malam BBC One tetap menjadi penanda karier dan pusat budaya tontonan keluarga Inggris.
- Format kuis yang sederhana dan berbasis sains dinilai berpotensi mengembalikan tradisi menonton bersama, namun juga menghadapi tantangan perubahan perilaku audiens global.

Komedian asal Inggris John Bishop siap kembali ke layar kaca dengan membawakan kuis terbaru BBC berjudul Wisdom Of The Crowd. Pria berusia 59 tahun itu mengaku antusias mengisi slot Sabtu malam, sebuah tradisi yang menurutnya masih menjadi magnet bagi keluarga Inggris untuk berkumpul di depan televisi.
Program ini bukan kuis biasa. Wisdom Of The Crowd mengadopsi prinsip statistik yang pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan Francis Galton pada awal abad ke-20. Dalam formatnya, seorang kontestan akan menjawab pertanyaan, lalu jawaban tersebut dibandingkan dengan rata-rata jawaban dari sekelompok besar orang. Secara teori, agregat suara kelompok sering kali lebih akurat daripada tebakan individu.
Bishop menjelaskan bahwa daya tarik utama acara ini terletak pada kesederhanaannya. "Ini berbasis sains, tapi juga menghibur. Semua orang bisa menonton dan ikut terlibat," ujarnya kepada BBC, seperti dikutip dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan bahwa format ini sengaja dirancang agar tidak membebani penonton dengan aturan rumit, sehingga suasana menonton tetap santai.
Bagi Bishop, keputusan menerima tawaran ini bukan semata soal eksposur. Ia melihatnya sebagai peluang melestarikan kebiasaan menonton bersama yang kian tergerus oleh layanan on-demand. "Sejak saya mulai di televisi, lanskap berubah cukup banyak, tetapi satu hal yang tetap: jika ingin mengumpulkan keluarga, itu terjadi pada Sabtu malam," tuturnya. Ia menyebut format Wisdom sebagai cara untuk merawat momen tersebut.
Pernyataan itu menyentuh realitas industri penyiaran Inggris. Meski platform streaming seperti Netflix dan Disney+ terus menggerus pangsa audiens linear, BBC One masih diperhitungkan sebagai barometer budaya populer. Bishop bahkan menyebut slot Sabtu malam di BBC One sebagai "tonggak karier" yang bergengsi, terutama bagi proyek yang benar-benar baru. "Ini hal yang menarik untuk menjadi bagian di dalamnya," katanya.
"Saya melihat ini lebih seperti pertunjukan komedi daripada kuis. Anda berhadapan dengan penonton, pertanyaannya jelas, formatnya mudah dipahami. Anda tidak perlu terus-menerus menjelaskan apa yang sedang terjadi." โ John Bishop
Pendekatan Bishop yang menganggap acara ini sebagai "gig" komedi, bukan sekadar kuis, mencerminkan strategi BBC untuk menghadirkan pembawa acara yang mampu menjaga energi ruangan. Dalam wawancara tersebut, ia mengaku tidak banyak mengambil inspirasi dari kuis-kuis sebelumnya karena ia lebih fokus pada interaksi dengan penonton studio. "Pertanyaannya sederhana, jadi saya bisa langsung membawakan acara tanpa harus belajar naskah sepanjang waktu," ujarnya.
Konteks Indonesia
Bagi industri kreatif Indonesia, langkah BBC ini bisa menjadi cermin. Di tanah air, program kuis keluarga pernah menjadi primadona pada era 1990-an hingga 2000-an, tetapi belakangan kalah pamor oleh konten digital dan drama serial. Model Wisdom Of The Crowd yang menggabungkan sains, partisipasi audiens, dan bintang komedian menawarkan formula yang mungkin bisa diadaptasi oleh stasiun televisi nasional. Apalagi, survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menempatkan televisi sebagai sumber hiburan utama di akhir pekan, terutama untuk segmen keluarga.
Namun, tantangannya tidak kecil. Perilaku menonton di Indonesia kian terfragmentasi, dengan penetrasi smartphone dan platform video pendek yang tinggi. Format kuis yang mengandalkan partisipasi kelompok besar juga memerlukan infrastruktur interaktif, misalnya aplikasi atau situs web, agar penonton di rumah bisa merasa terlibat. Tanpa itu, acara berisiko menjadi tontonan satu arah yang mudah ditinggalkan.
Ke depan, apakah Wisdom Of The Crowd mampu mengulang kesuksesan kuis legendaris seperti Who Wants to Be a Millionaire? atau justru tenggelam dalam banjir konten digital? Jawabannya akan terlihat dari seberapa besar audiens Sabtu malam BBC One kembali merasa bahwa menonton televisi bersama keluarga adalah pengalaman yang tak tergantikan. Jika Bishop berhasil, ia bukan hanya membawakan kuis, tetapi juga merawat sepotong budaya yang hampir punah.



