Mariska Hargitay Bikin Sejarah sebagai Pembawa Acara Emmy Perempuan Pertama dalam 15 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Mariska Hargitay menjadi perempuan pertama dalam 15 tahun yang memandu acara Emmy Awards, membawa humor segar dengan menyindir kariernya di Law & Order: SVU.
- Penampilannya menuai sorotan karena guyonan tentang tidak pernah merasakan finale dan parodi iklan Nicole Kidman yang langsung ditanggapi sang aktris.
- Momen ini menandai pergeseran representasi gender di panggung penghargaan bergengsi, sekaligus mengangkat kembali diskursus tentang dominasi laki-laki sebagai host.

Mariska Hargitay resmi mencatatkan namanya dalam sejarah Emmy Awards sebagai perempuan pertama yang memandu acara tersebut setelah 15 tahun terakhir. Dalam monolog pembuka yang disiarkan langsung dari Peacock Theater, Los Angeles, Senin (14/9), aktris berusia 62 tahun itu tidak hanya menghibur penonton dengan guyonan tajam, tetapi juga menyoroti absennya representasi perempuan di posisi tersebut.
Hargitay, yang telah memerankan Olivia Benson dalam drama Law & Order: Special Victims Unit sejak 1999, membuka acara dengan gaya kocak. Ia diturunkan ke atas panggung oleh sekelompok penari yang mengenakan televisi di kepala mereka. "Emmys merayakan tahun ke-78 dan NBC merayakan tahun ke-100, dan saya telah berada di Law & Order sepanjang itu," ujarnya, disambut tawa hadirin.
Ia pun menyindir dominasi laki-laki sebagai pembawa acara. "Saya sangat bangga menjadi perempuan pertama yang memandu Emmy dalam 15 tahun. Bayangkan! Selama 15 tahun Amy [Poehler] dan Tina [Fey] menolak," katanya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa kehadirannya bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah terobosan di industri yang masih didominasi pria.
Dalam sesi tersebut, Hargitay juga melontarkan lelucon tentang dirinya yang tidak pernah merasakan episode finale. Saat membaca teleprompter, ia sengaja tersandung pada kata "finale". "Fee-na-lay? Fin-a-lay? Finale? Apakah saya mengucapkannya dengan benar. Maaf, saya tidak pernah mengalaminya!" kelakarnya. Momen ini menjadi salah satu sorotan karena mengolok-olok panjangnya perjalanan serial yang membesarkan namanya.
"Saya benar-benar tersentuh dan sangat bersyukur berada di ruangan penuh orang yang mendedikasikan hidupnya untuk bercerita. Pada akhirnya, kita menonton TV untuk keajaiban, untuk tertawa, untuk menangis, karena kita semua membutuhkan perasaan tak terlukiskan saat lampu mulai meredup," ujar Hargitay dengan nada serius.
Namun, suasana kembali cair ketika ia memparodikan iklan AMC yang terkenal dibintangi Nicole Kidman. Tiba-tiba Kidman sendiri muncul dan berteriak, "Sekarang, Mariska, ayolah. Itu punyaku. Itu bagianku. Kamu tidak bisa melakukannya. Itu kalimatku." Hargitay pun membalas, "Diam, perempuan film! Malam ini giliran TV!" Interaksi spontan ini menunjukkan chemistry antara kedua bintang dan menjadi momen paling banyak dibicarakan di media sosial.
Sebelum monolog, Hargitay tampil dalam sketsa pra-rekaman yang menampilkan ia mengukus gaun pesta di samping pemain New York Knicks, Jalen Brunson, bercengkrama dengan Jean Smart, dan menikmati minuman bersama Jennifer Coolidge. Sketsa ini memperkuat citranya sebagai sosok yang mudah bergaul dan tidak segan menertawakan diri sendiri.
Bagi industri hiburan Indonesia, penampilan Hargitay menjadi cermin tentang pentingnya keberagaman gender di balik podium acara penghargaan. Meski sejumlah ajang lokal seperti Indonesian Movie Actors Awards atau Festival Film Indonesia telah memberi ruang bagi perempuan, masih jarang ada pembawa acara tunggal perempuan yang menyuarakan kritik sosial secara jenaka. Keberhasilan Hargitay bisa menjadi preseden bahwa humor yang cerdas dan berani justru meningkatkan daya tarik acara.
Ke depan, akankah stasiun televisi dan penyelenggara penghargaan di Indonesia mengikuti jejak Emmy dengan menunjuk lebih banyak perempuan sebagai host utama? Ataukah ini hanya fenomena sesaat di panggung internasional? Publik menantikan apakah terobosan ini akan menjadi standar baru atau sekadar pengecualian.



