Doctor Who Mencari Rumah Baru: Electric Entertainment Siap, Tapi Belum Ada Negosiasi
Baca dalam 60 detik
- Electric Entertainment mengaku tertarik memproduksi Doctor Who, namun membantah telah melakukan pembicaraan resmi dengan BBC.
- BBC telah membuka tender kompetitif untuk waralaba fiksi ilmiah legendaris ini, sekaligus membatalkan episode spesial Natal.
- Mantan showrunner Steven Moffat yakin Doctor Who akan kembali, meski dengan wajah baru yang berbeda dari sebelumnya.

Masa depan serial fiksi ilmiah legendaris Doctor Who kembali menjadi sorotan setelah perusahaan produksi asal Los Angeles, Electric Entertainment, mengonfirmasi ketertarikan mereka untuk mengambil alih waralaba tersebut. Namun, di tengah spekulasi yang berkembang, CEO perusahaan itu, Dean Devlin, dengan tegas membantah adanya negosiasi dengan BBC, setidaknya untuk saat ini.
Kabar ini muncul setelah BBC secara resmi mengumumkan akan membuka proses tender kompetitif untuk Doctor Who, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah panjang serial yang telah berjalan lebih dari enam dekade itu. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kelangsungan acara, sekaligus memenuhi ketentuan Piagam BBC. Sebagai bagian dari proses tersebut, episode spesial Natal yang semula direncanakan pun dibatalkan, sebuah sinyal bahwa perubahan besar sedang disiapkan.
Menanggapi laporan yang menyebut perusahaannya telah melakukan pembicaraan dengan BBC, Devlin menyatakan kepada Radio Times bahwa kabar tersebut tidak akurat. โTidak benar bahwa kami telah melakukan negosiasi dengan BBC, baik pendahuluan maupun lainnya. Ketika waktunya tepat dan mereka siap berbicara, kami tentu berharap dapat mengadakan diskusi,โ ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Electric Entertainment, yang dikenal lewat produksi seperti Stargate dan Independence Day, serius ingin terlibat, tetapi masih menunggu sinyal resmi dari pihak BBC.
Spekulasi lain yang beredar menyebutkan bahwa Electric Entertainment berencana membawa kembali David Tennant, aktor Skotlandia yang pernah memerankan Doctor dalam regenerasi ke-10 dan ke-14. Tennant sendiri pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut dalam film Bad Samaritan. Jika terwujud, kembalinya Tennant tentu akan menjadi daya tarik besar bagi penggemar lama, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.
Di tengah ketidakpastian ini, mantan showrunner Steven Moffat memberikan angin segar. Dalam wawancaranya dengan Peter Purves Podcast, Moffat mengungkapkan bahwa sudah ada banyak produser yang mengantre untuk mendapatkan hak produksi Doctor Who. โSaya tahu acara ini akan kembali. Terlalu besar untuk hilang. Ia akan kembali dengan cara yang berbeda dan baru,โ ujarnya. Keyakinan Moffat ini sejalan dengan optimisme bahwa waralaba ini masih memiliki nilai komersial dan kultural yang besar.
Bagi penggemar Doctor Who di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Serial ini memiliki basis penggemar yang solid di Tanah Air, terutama melalui platform streaming. Perubahan format produksi dan kemungkinan hadirnya wajah baru di balik layar dapat memengaruhi kualitas cerita dan efek visual yang selama ini menjadi ciri khas Doctor Who. Jika Electric Entertainment atau perusahaan lain yang lebih berpengalaman dalam produksi skala besar mengambil alih, bukan tidak mungkin Doctor Who akan semakin spektakuler, namun juga berisiko kehilangan nuansa klasik yang melekat.
BBC sendiri menegaskan bahwa Doctor Who tetap menjadi bagian penting dari korporasi dan proses tender ini adalah bentuk komitmen untuk menjaga kualitas acara. โKami memilih untuk berinvestasi pada masa depan jangka panjang acara ini, memastikan bahwa ketika TARDIS mendarat lagi, ia akan hadir dengan segala kemegahannya,โ demikian pernyataan resmi BBC. Namun, keputusan untuk membatalkan spesial Natal tentu mengecewakan banyak penggemar yang sudah menantikannya.
Pertanyaan besarnya kini adalah: siapa yang akan memenangkan tender ini? Apakah Electric Entertainment dengan ambisi besarnya, atau ada pemain besar lain yang selama ini bergerak diam-diam? Yang jelas, masa depan Doctor Who sedang berada di persimpangan jalan. Keputusan BBC dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah waralaba ini untuk generasi mendatang, dan penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan menantikan dengan napas tertahan.



