Benny Blanco Bantah Pakai Sihir Hitam, Rahasia Menaklukkan Selena Gomez Ternyata Sesederhana Ini
Baca dalam 60 detik
- Produser musik Benny Blanco menepis tudingan menggunakan ilmu hitam untuk mendapatkan cinta Selena Gomez, ia hanya mengandalkan sikap baik.
- Dalam wawancara di Today show, Blanco mengungkap kunci hubungan harmonis adalah komunikasi terbuka dan pemahaman terhadap pasangan.
- Kisah asmara mereka bermula dari daftar manifestasi yang disusun atas saran terapis, lalu berujung pernikahan pada September 2025.

Benny Blanco akhirnya buka suara soal rumor liar yang menyebut dirinya memakai ilmu hitam untuk menaklukkan hati Selena Gomez. Dalam wawancara di acara Today show, Minggu (13/9), produser berusia 38 tahun itu menepis anggapan tersebut sambil bercanda. “Saya tidak pakai sihir hitam atau apa pun… saya cuma bersikap baik!” ujarnya, seperti dikutip dari acara tersebut.
Pernyataan itu muncul ketika pewawancara menanyakan resep di balik hubungan mereka yang tampak selalu mesra. Alih-alih merujuk pada takhayul, Blanco menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan kemampuan memahami pasangan. “Intinya seperti mengerti pasanganmu dan bisa membicarakan banyak hal, punya dialog yang terbuka,” tambahnya. Ia juga menyebut hubungan mereka sedang berada di titik yang sangat baik dan merasa beruntung.
Blanco lantas menyinggung sikapnya terhadap orang lain. Menurutnya, tidak bersikap buruk dan berlaku ramah kepada siapa pun justru membawa Selena ke dalam kehidupannya. “Bukan jadi orang menyebalkan dan bersikap baik pada orang lain itu yang membuatnya ada di orbit saya,” katanya.
Sebelumnya, Blanco pernah mengaku membuat daftar manifestasi calon istri atas saran terapisnya. Dalam daftar itu, ia menulis tiga syarat utama: seseorang yang usianya sepadan, pribadi yang baik hati, serta orang yang bangun dengan perasaan bahagia. “Baik, peduli, penuh kasih, pokoknya orang yang baik,” ujarnya mengenang isi daftar tersebut. Ia mengaku saat itu sedang mencari pasangan serius dan merasa perlu mengubah pendekatannya.
“Saya benar-benar ingin menemukan pasangan yang tepat, dan saya melakukan sesuatu yang salah. Saya tidak bisa menemukan orang yang akan saya habiskan sisa hidup saya bersamanya, dan saya ingin melakukannya.” – Benny Blanco
Kisah asmara mereka terbilang cepat menuju jenjang serius. Setelah hubungan terendus publik pada Desember 2023, keduanya tidak lama kemudian mengumumkan pertunangan pada Desember 2024. Selena bahkan sempat menulis komentar manis di media sosial, menyebut Blanco sebagai “segala-galanya di dalam hatiku”. Pernikahan mereka digelar pada September 2025 dengan konsep yang jauh dari kesan mewah dan kaku.
Dalam podcast miliknya, Friends Keep Secrets, Blanco bercerita tentang hari pernikahan mereka. Mereka menyewa sebuah perkebunan palem dan mengubahnya menjadi tempat yang tidak biasa. Selena disebut punya permintaan spesifik: ingin berjalan di lorong dengan karpet Persia yang tidak simetris, tanpa bunga biasa, dan suasana yang tidak terasa “bougie”. “Jadi acaranya luar biasa dan kamu bisa lihat kami berusaha keras, tapi tidak terasa kaku,” tuturnya.
Bagi publik Indonesia, kisah ini mungkin terasa jauh dari hiruk-pikuk pemberitaan politik atau ekonomi. Namun, fenomena selebritas global seperti ini tetap punya tempat di ruang konsumsi media tanah air. Penggemar musik dan film di Indonesia kerap mengikuti perkembangan hubungan artis idolanya sebagai bagian dari budaya populer. Tidak jarang, momen seperti pernikahan atau pernyataan romantis menjadi bahan perbincangan di media sosial, bahkan menginspirasi tren tertentu.
Di sisi lain, cara Blanco membangun hubungan—dengan komunikasi terbuka dan sikap baik—sejalan dengan nilai-nilai yang sering digaungkan dalam konseling hubungan modern. Terapis di Indonesia pun makin sering menyarankan pentingnya dialog dan kesetaraan dalam relasi. Jadi, meski konteksnya selebritas Hollywood, pesan yang dibawa tetap relevan untuk pasangan mana pun.
Ke depan, publik tentu menantikan apakah pasangan ini akan terus membagikan momen kehidupan rumah tangga mereka secara terbuka. Yang jelas, bagi Blanco, kunci kebahagiaan bukanlah mantra atau ramuan, melainkan sikap tulus dan kemampuan berkomunikasi. Apakah kita juga bisa menerapkannya dalam hubungan sehari-hari?



