Prabowo Angkat Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Purbaya Tersingkir dalam Reshuffle Keenam
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Senin (14/9/2026).
- Pelantikan ini merupakan reshuffle kabinet keenam dan terjadi tak lama setelah Prabowo pulang dari KTT BRICS di India.
- Pasar keuangan Indonesia akan mencermati arah kebijakan fiskal Suahasil, terutama kelanjutan program prioritas dan kredibilitas APBN.

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam perombakan kabinet yang dilakukan setibanya dari Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di India, Senin (14/9/2026). Pelantikan berlangsung di Istana Negara melalui Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026, dengan Prabowo memandu langsung pengucapan sumpah jabatan.
Langkah ini menandai reshuffle keenam sejak pemerintahan dibentuk, sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya yang relatif singkat di kursi strategis tersebut. Suahasil, yang sebelumnya dikenal sebagai Wakil Menteri Keuangan, kini mengemban mandat penuh mengelola fiskal negara di sisa periode 2024โ2029. Pergantian ini terjadi di tengah tekanan global yang belum surut, mulai dari ketidakpastian suku bunga The Fed hingga gejolak harga komoditas.
Bagi pelaku pasar, sosok Suahasil bukan nama baru. Ia pernah menjadi Staf Ahli Menteri Keuangan dan Wakil Menteri Keuangan, sehingga dianggap memahami seluk-beluk anggaran dan kebijakan fiskal. Namun, transisi ini tetap memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan ekonomi ke depan, terutama terkait kelanjutan program-program prioritas Prabowo yang membutuhkan pembiayaan besar.
Pengamat ekonomi menilai bahwa pergantian menteri keuangan di tengah tahun anggaran berjalan berpotensi menimbulkan ketidakpastian jangka pendek. "Pasar akan menunggu sinyal apakah target defisit dan program belanja tetap sesuai rencana," ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebut namanya. Pernyataan itu menggambarkan kekhawatiran bahwa perubahan figur dapat menggeser prioritas belanja, meski secara administratif transisi diharapkan mulus.
Dari sisi politik, reshuffle ini juga dibaca sebagai upaya Prabowo memperkuat tim ekonomi menjelang tahun politik berikutnya. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat dikonfirmasi, menyatakan dukungan penuh terhadap menteri baru dan berharap koordinasi di kabinet semakin solid. Pernyataan itu disampaikan seusai pelantikan, menandakan pemerintah berusaha menampilkan kesatuan sikap.
Konteks Indonesia menjadi penting karena Menteri Keuangan memegang peran kunci dalam menjaga kredibilitas APBN, menarik investasi, dan mengelola utang negara. Keputusan Suahasil dalam beberapa bulan pertama akan menjadi sinyal apakah pemerintah memilih konsolidasi fiskal atau ekspansi belanja untuk mendorong pertumbuhan. Bagi dunia usaha, kepastian regulasi dan insentif menjadi taruhan.
Ke depan, publik akan mencermati apakah Suahasil mampu menjawab kritik terhadap transparansi anggaran dan efektivitas program bantuan sosial. Jika ia berhasil menjaga stabilitas makro, kepercayaan investor bisa menguat. Sebaliknya, gejolak politik internal dapat menggerus optimisme. Pertanyaannya, akankah pergantian ini menjadi titik balik kebijakan fiskal yang lebih akomodatif, atau justru memperpanjang ketidakpastian?



