Kaley Cuoco Kenang John Ritter: 'Saya Kehilangan Sosok Ayah'
Baca dalam 60 detik
- Kaley Cuoco mengaku kehilangan figur ayah saat John Ritter meninggal mendadak pada 2003.
- Dalam gala amal di Los Angeles, ia menceritakan momen pertama kali bertemu Ritter yang langsung bersikap protektif.
- Yayasan John Ritter Foundation for Aortic Health menggalang dana untuk riset dan dukungan keluarga korban diseksi aorta.

Aktris Hollywood Kaley Cuoco mengungkapkan bahwa dirinya merasakan kehilangan yang sangat personal ketika aktor John Ritter, lawan mainnya di sitkom 8 Simple Rules, meninggal dunia secara mendadak pada 11 September 2003 akibat diseksi aorta. Dalam sebuah acara gala amal di Los Angeles, Sabtu malam (12/9), Cuoco menyampaikan pidato penuh emosi tentang sosok Ritter yang ia anggap sebagai figur ayah.
Cuoco, yang kini tengah mengandung anak keduanya, mengaku bahwa kepergian Ritter adalah salah satu hari terburuk dalam hidupnya. "Saya selalu menangis setiap kali membicarakannya. Saat ia pergi, saya benar-benar merasa kehilangan ayah saya," ujarnya di hadapan para tamu. Ia bahkan sempat harus mengingatkan diri sendiri bahwa ia bukan anak kandung Ritter. "Selama berminggu-minggu setelahnya, saya terus berkata dalam hati, 'Ya Tuhan, rasanya seperti saya kehilangan ayah'," tambahnya.
Cuoco juga mengenang pertemuan pertamanya dengan Ritter saat pembacaan naskah 8 Simple Rules. Saat itu ia mengenakan pakaian yang ia sebut "terlalu terbuka" untuk perannya sebagai remaja. Ritter langsung memeluknya, melepas jaketnya, dan menyelimutkannya sambil berpesan, "Jangan pernah pakai itu lagi." Menurut Cuoco, momen itu adalah salah satu kenangan terbaik yang ia simpan hingga kini.
"Dia selalu menjadi bintang penuntun dalam karier saya dan seseorang yang sangat saya kagumi," kata Cuoco.
Dalam pidatonya, Cuoco menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan Ritter tetap ia bawa dalam setiap peran yang ia mainkan setelah kepergiannya. Ia menyebut mendiang aktor itu sebagai panutan yang mengajarkan profesionalisme dan kebaikan di industri hiburan.
Acara amal yang digelar oleh John Ritter Foundation for Aortic Health ini bertujuan mengumpulkan dana untuk penelitian penyakit aorta dan membantu keluarga yang kehilangan anggota akibat kondisi serupa. Kehadiran Cuoco menjadi sorotan karena ia secara terbuka membagikan kisah personalnya, menyoroti pentingnya kesadaran akan risiko diseksi aorta yang sering datang tanpa gejala.
Bagi publik Indonesia, kisah Cuoco dan Ritter menjadi pengingat bahwa hubungan profesional di dunia hiburan bisa melampaui layar. Ini juga menyoroti pentingnya deteksi dini penyakit kardiovaskular, yang masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Kesadaran akan gejala diseksi aortaโseperti nyeri dada hebat mendadakโperlu ditingkatkan, terutama di kalangan pekerja seni yang sering menjalani jadwal padat dan stres tinggi.
Ke depan, yayasan tersebut berharap dapat memperluas jangkauan edukasi tentang kesehatan aorta, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga secara global. Sementara itu, Kaley Cuoco terus membawa warisan Ritter dalam kariernya, membuktikan bahwa pengaruh seorang mentor bisa bertahan jauh setelah kepergiannya.



