Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menkeu: 'Ini Kelanjutan, Bukan Perubahan'
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin sore, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Keppres Nomor 97P Tahun 2026.
- Suahasil menegaskan fokus utamanya adalah menjaga kredibilitas APBN dan komunikasi publik, serta memastikan belanja negara mendukung program prioritas pemerintah.
- Transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan berlangsung cepat tanpa komunikasi awal dengan pendahulu, menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal ke depan.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB. Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026, yang sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa di posisi tersebut.
Pelantikan berlangsung hanya beberapa jam setelah Suahasil menerima panggilan dari Istana. Kepada wartawan usai upacara, ia mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi pada Senin pagi dan langsung menghadap Presiden. Menariknya, Suahasil mengaku belum sempat berkomunikasi dengan Purbaya sebelum resmi menjabat. "Saya ditelepon oleh Istana, dan tadi saya menghadap Bapak Presiden," ujarnya singkat.
Meski demikian, Suahasil menegaskan bahwa penunjukannya bukanlah sebuah perubahan besar, melainkan kelanjutan dari pekerjaan yang telah ia jalani sebagai Wakil Menteri Keuangan di era Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya. "Ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan. Saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan," katanya. Ia berjanji akan segera kembali ke kantor untuk mengoordinasikan transisi dan melanjutkan tugas seperti biasa.
Dalam pernyataan perdananya, Suahasil menekankan tiga prioritas utama: mengelola APBN yang kredibel, membangun komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan memastikan belanja negara mendukung program prioritas pemerintah. "Saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan aman memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah," tegasnya.
Pergantian mendadak ini memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal ke depan. Purbaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan, dikenal sebagai ekonom dengan pendekatan pragmatis. Sementara Suahasil, yang lama berkecimpung di birokrasi Kementerian Keuangan, dianggap sebagai figur yang mengedepankan stabilitas dan kesinambungan. Perbedaan gaya kepemimpinan ini bisa memengaruhi cara pemerintah mengelola defisit, utang, dan stimulus ekonomi.
"Saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa," ujar Suahasil.
Bagi pasar keuangan Indonesia, transisi ini patut dicermati. Investor obligasi dan pelaku pasar modal biasanya merespons cepat terhadap perubahan menteri keuangan, terutama jika ada sinyal pergeseran kebijakan. Namun, pernyataan Suahasil yang menekankan kelanjutan dan kredibilitas APBN dapat menjadi penenang pasar. Yang tak kalah penting, komunikasi publik yang ia janjikan diharapkan mengurangi ketidakpastian di tengah gejolak global.
Di sisi lain, publik menanti apakah Suahasil akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan, seperti reformasi perpajakan dan penguatan instrumen pembiayaan hijau. Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan, ia memiliki rekam jejak dalam mengawal kebijakan fiskal selama pandemi dan pemulihan ekonomi. Pengalaman itu menjadi modal, tetapi juga ujian: ia harus membuktikan bahwa dirinya mampu mengambil keputusan strategis tanpa bayang-bayang pendahulu.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah pertama Suahasil, termasuk apakah ia akan merombak struktur pejabat eselon satu di Kementerian Keuangan atau mempertahankan tim yang ada. Selain itu, pasar menunggu sinyal tentang arah APBN 2027, terutama terkait belanja infrastruktur dan program perlindungan sosial. Dengan tekanan global yang masih tinggi, kemampuan Suahasil menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kebutuhan pembangunan akan menjadi penentu kepercayaan publik dan investor.



