Suahasil Nazara Resmi Menempati Kursi Menkeu, Pramono: Menteri Keuangan Posisi Sangat Strategis
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai posisi Menkeu sangat strategis dan mendoakan Suahasil sukses menjalankan tugas.
- Pergantian ini menjadi rotasi kedua di kursi bendahara negara dalam kurun kurang dari setahun, memicu ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan fiskal.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan dalam upacara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Suahasil mengisi posisi yang ditinggalkan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru menjabat sekitar satu tahun.
Pelantikan ini menjadi pergantian kedua di kursi bendahara negara dalam waktu relatif singkat. Sebelumnya, Purbaya dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Rotasi cepat di posisi kunci tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal ke depan, terutama di tengah tekanan global dan kebutuhan pembiayaan program prioritas pemerintah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden. Menurutnya, siapa pun yang menjabat sebagai menteri keuangan memiliki peran vital karena mengelola instrumen fiskal yang berdampak langsung pada perekonomian nasional. "Menteri Keuangan adalah salah satu posisi yang sangat strategis. Kami mendoakan yang terbaik agar beliau mampu menyelesaikan berbagai tantangan," ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Pramono juga menegaskan bahwa kewenangan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden. Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap bekerja sama dengan menteri mana pun yang dipilih, termasuk dalam sinkronisasi kebijakan pusat-daerah. "Sebagai Gubernur Jakarta, saya akan bekerja sama dengan siapa saja. Yang terpenting adalah keputusan Bapak Presiden, dan kami siap mendukung," tambahnya.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan. Suahasil dan pejabat lain yang dilantik mengucapkan janji setia kepada UUD 1945 serta berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. "Demi Tuhan saya berjanji akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya," ucap Prabowo diikuti para pejabat.
"Menteri Keuangan adalah salah satu posisi yang sangat strategis. Kami mendoakan yang terbaik agar beliau mampu menyelesaikan berbagai tantangan." โ Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta
Bagi pelaku pasar dan investor, pergantian Menkeu selalu menjadi sinyal yang dicermati. Suahasil bukan nama baru di lingkungan Kementerian Keuangan; ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki rekam jejak di bidang fiskal. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan: mulai dari menjaga stabilitas APBN, mengelola utang negara, hingga mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pasar obligasi dan nilai tukar rupiah berpotensi bereaksi terhadap arah kebijakan yang akan diambil.
Dari sisi pembaca di Indonesia, khususnya pelaku usaha dan investor ritel, keputusan ini dapat memengaruhi iklim investasi dan kebijakan pajak dalam beberapa bulan ke depan. Program-program prioritas seperti hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan perlindungan sosial membutuhkan dukungan fiskal yang kuat. Konsistensi kebijakan menjadi kunci agar dunia usaha tidak ragu menanamkan modal.
Ke depan, publik akan menantikan langkah konkret Suahasil dalam menyusun strategi fiskal, termasuk apakah ia akan melanjutkan program yang sudah berjalan atau membawa pendekatan baru. Pertanyaannya, akankah pergantian ini membawa stabilitas yang diharapkan pasar, atau justru menimbulkan ketidakpastian baru di tengah dinamika ekonomi global?



