Suahasil Nazara Kembali ke Kursi Menkeu: Sinyal Stabilitas Fiskal di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam upacara di Istana Negara.
- Ini menjadi pergantian Menkeu ketiga dalam pemerintahan Prabowo, menandakan dinamika kabinet yang cepat menjelang sisa jabatan 2024-2029.
- Pasar keuangan Indonesia diperkirakan merespons positif mengingat rekam jejak Suahasil di Kementerian Keuangan dan posisinya sebagai Wakil Menkeu sebelumnya.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam seremoni pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 yang ditetapkan pada 14 September 2026, menandai rotasi ketiga di posisi strategis tersebut sejak awal pemerintahan.
Pelantikan berlangsung khidmat dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden. Turut menyaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri koordinator Kabinet Merah Putih. Usai prosesi, Suahasil menandatangani berita acara dan menerima ucapan selamat dari hadirin.
Perubahan ini terjadi di tengah tekanan global yang masih membayangi perekonomian Indonesia: perlambatan ekonomi Tiongkok, ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat, serta fluktuasi harga komoditas. Suahasil, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, dianggap sebagai figur yang mampu menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan memperkuat kredibilitas pasar.
Bagi pelaku pasar dan investor, pergantian ini memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal ke depan. Suahasil dikenal sebagai teknokrat yang berpengalaman menangani APBN dan memiliki hubungan baik dengan lembaga multilateral. Kehadirannya diharapkan meredakan kekhawatiran terhadap defisit anggaran yang melebar akibat program prioritas pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur dan hilirisasi.
"Saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Suahasil saat mengucapkan sumpah jabatan.
Pengamat ekonomi menilai transisi ini relatif mulus karena Suahasil sudah memahami seluk-beluk Kementerian Keuangan. Namun, tantangan tetap ada: menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan memastikan program belanja negara tepat sasaran. Pasar obligasi dan saham diperkirakan akan mencermati pernyataan perdana Menkeu baru dalam waktu dekat.
Dengan pergantian ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi di sisa masa jabatan. Pertanyaannya, akankah Suahasil mampu mengakselerasi reformasi fiskal yang selama ini tertunda, atau justru terjebak dalam rutinitas birokrasi? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: mata pasar kini tertuju padanya.



