Suahasil Nazara Resmi Menkeu, Gibran Tekankan APBN Sehat dan Antikorupsi
Baca dalam 60 detik
- Suahasil Nazara dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Senin (14/9/2026).
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai rekam jejak Suahasil sebagai Wamenkeu sejak era Jokowi cukup untuk memperbaiki tata kelola fiskal pusat-daerah dan mencegah inefisiensi anggaran.
- Pasar menanti arah kebijakan baru: apakah Suahasil melanjutkan konsolidasi fiskal atau mengubah strategi pembiayaan di tengah tekanan global.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Senin (14/9/2026), mengisi kursi yang sebelumnya dipegang Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan ini menandai pergantian penting di jantung pengelolaan anggaran negara, tepat ketika pemerintah menghadapi tekanan untuk menjaga kredibilitas fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut positif langkah tersebut. Dalam pernyataan tertulisnya, Gibran menyebut Suahasil sebagai figur yang tepat untuk mengelola APBN agar lebih sehat dan kredibel. Menurutnya, pengalaman dan kompetensi Suahasilโyang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodoโmenjadi modal utama memperbaiki tata kelola keuangan negara.
Gibran juga menekankan tiga prioritas yang harus segera ditangani: penguatan fiskal pusat dan daerah, perbaikan sistem keuangan untuk mencegah korupsi, serta penghapusan inefisiensi dalam belanja negara. Pernyataan ini menyiratkan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap rupiah dalam APBN memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan, bukan sekadar terserap tanpa hasil.
Bagi pelaku pasar dan investor, pergantian ini bukan sekadar rotasi kabinet. Suahasil mewarisi sejumlah pekerjaan rumah berat: menjaga defisit anggaran tetap dalam batas aman, menggenjot penerimaan negara di tengah perlambatan ekonomi global, serta memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan tanpa membebani utang. Rekam jejaknya sebagai birokrat senior di Kemenkeu memberi sinyal kesinambungan, namun juga menuntut inovasi kebijakan yang lebih agresif.
"Dengan pengalaman dan kompetensi beliau, saya percaya Bapak Suahasil merupakan figur yang tepat untuk mengelola APBN agar lebih sehat dan kredibel," ujar Gibran dalam pernyataan tertulisnya.
Gibran juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung langkah Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan publik. Ajakan ini bisa dibaca sebagai upaya meredam potensi gejolak politik yang kerap menyertai pergantian menteri strategis. Dunia usaha berharap transisi berjalan mulus tanpa mengganggu iklim investasi.
Di sisi lain, tantangan struktural masih membayangi. Rasio pajak yang rendah, belanja subsidi yang terus membengkak, serta kebutuhan pembiayaan untuk program pembangunan menjadi ujian nyata bagi Suahasil. Publik akan menilai apakah ia mampu menerjemahkan janji perbaikan tata kelola menjadi kebijakan konkret, bukan sekadar retorika.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah pertama Suahasil: apakah ia akan merevisi target fiskal, merombak insentif pajak, atau mempercepat reformasi belanja. Jawaban atas pilihan-pilihan ini akan menentukan arah ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pasar menunggu, dan waktu tidak menunggu.



