James Rodriguez Menuju Serie B? Bintang Kolombia Dikabarkan Gabung Avellino
Baca dalam 60 detik
- Mantan bintang Real Madrid itu dikabarkan segera meneken kontrak dengan klub promosi Serie B, Avellino.
- Kesepakatan dengan pelatih Alessandro Nesta disebut-sebut menjadi daya tarik utama bagi pemain berusia 35 tahun tersebut.
- Jika terealisasi, ini akan menjadi pengalaman pertama Rodriguez bermain di kompetisi Italia sepanjang kariernya.

Kabar mengejutkan datang dari pentas sepak bola Italia. James Rodriguez, playmaker Timnas Kolombia yang masih menjadi langganan Piala Dunia, dikabarkan tengah dalam pembicaraan lanjutan dengan klub Serie B, Avellino. Media Spanyol, Marca, melaporkan bahwa negosiasi sudah memasuki tahap akhir dan pengumuman resmi berpotensi dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, ini akan menjadi pengalaman pertama Rodriguez bermain di Italia. Sepanjang kariernya, pemain yang sempat bersinar di Piala Dunia 2014 itu telah malang melintang di sejumlah liga top Eropa, mulai dari Portugal, Spanyol, Jerman, hingga Inggris. Namun, gairah untuk tantangan baru tampaknya masih membara di usia yang tak lagi muda.
Avellino sendiri bukanlah klub sembarangan. Saat ini mereka menempati peringkat kelima klasemen Serie B setelah tiga laga awal musim 2026-2027, dengan koleksi dua kemenangan dan satu kekalahan. Kedatangan pemain sekaliber Rodriguez tentu menjadi sinyal ambisi besar klub asal Campania itu untuk bersaing di papan atas dan mungkin mengincar promosi ke Serie A.
Daya tarik utama bagi Rodriguez disebut-sebut adalah sosok Alessandro Nesta, legenda AC Milan yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Avellino. Keduanya dikabarkan telah menjalin komunikasi intensif, dan Nesta diyakini menjadi faktor kunci yang meyakinkan Rodriguez untuk mau bermain di kasta kedua Liga Italia. Bagi Nesta, memiliki pemain dengan pengalaman juara Liga Champions tentu menjadi nilai tambah luar biasa bagi skuad mudanya.
Keputusan Rodriguez untuk meninggalkan Minnesota United pada awal tahun ini sempat menimbulkan tanda tanya. Banyak yang mengira ia akan pensiun atau bermain di liga yang lebih tenang. Namun, tekadnya untuk tetap bugar demi membela Kolombia di Piala Dunia 2026 menjadi prioritas utama. Ia bahkan menjadi starter di semua lima pertandingan Kolombia di turnamen tersebut, sebelum akhirnya tersingkir di babak 16 besar melalui adu penalti melawan Swiss.
Kiprah Rodriguez di level internasional memang tak perlu diragukan. Ia adalah pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Kolombia, mengungguli nama-nama besar seperti Carlos Valderrama dan Faustino Asprilla. Gelar top skorer Piala Dunia 2014 serta dua trofi Liga Champions bersama Real Madrid menjadi bukti kualitasnya yang tak lekang oleh waktu.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bahwa kompetisi kasta kedua di Eropa, seperti Serie B, semakin berani merekrut pemain-pemain bintang yang masih memiliki nama besar. Fenomena ini juga bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani dalam membangun skuad kompetitif, meski dengan keterbatasan anggaran.
Langkah Rodriguez bergabung dengan klub yang tidak berada di papan atas Eropa juga menjadi sorotan para pengamat. Sebagian menilai ini adalah keputusan yang tepat untuk menjaga performa menjelang masa pensiun, sementara yang lain menganggapnya sebagai pemborosan bakat. Namun, jika melihat rekam jejak Nesta yang piawai mengembangkan pemain muda, kehadiran Rodriguez bisa menjadi mentor berharga bagi generasi penerus Avellino.
Apakah kepindahan ini akan berjalan mulus? Atau akankah ada kejutan di menit-menit akhir? Yang jelas, jika resmi bergabung, Rodriguez akan menjadi salah satu pemain dengan reputasi terbesar yang pernah bermain di Serie B. Publik Italia pun pasti akan menantikan aksinya di lapangan hijau.



