Rangers Kehilangan Kapten Shankland hingga Empat Bulan: Pukulan Telak di Lini Serang
Baca dalam 60 detik
- Kapten Rangers, Lawrence Shankland, dipastikan absen hingga empat bulan akibat cedera hamstring yang kambuh, memaksa klub mempertimbangkan opsi operasi.
- Cedera ini memperparah krisis lini depan Rangers karena penyerang lain, Youssef Chermiti, juga masih dalam pemulihan cedera ligamen lutut.
- Manajer Derek McInnes kini harus mengandalkan Ryan Naderi dan rekrutan anyar Kevin Kelsy untuk mengisi kekosongan gol, dengan jadwal padat menanti hingga akhir tahun.

Rangers harus rela kehilangan kapten sekaligus mesin gol mereka, Lawrence Shankland, untuk waktu yang cukup lama. Cedera hamstring yang dideritanya kambuh dan diperkirakan membuat penyerang berusia 31 tahun itu absen hingga empat bulan ke depan, bahkan berpotensi menjalani operasi. Kabar ini menjadi pukulan berat bagi tim yang sedang berjuang di papan atas Liga Skotlandia, terutama dengan jadwal padat yang menanti.
Manajer Rangers, Derek McInnes, mengonfirmasi bahwa Shankland mengalami robekan hamstring sepanjang 2 sentimeter, cedera yang mirip dengan yang pernah dideritanya saat masih membela Hearts pada Januari lalu. Pemain internasional Skotlandia itu kini tengah menjalani pemindaian lanjutan di London untuk menentukan apakah ia perlu ditangani dengan operasi atau cukup dengan pemulihan alami. "Jika menjalani operasi, ia mungkin butuh tambahan waktu tiga hingga empat minggu, tetapi risikonya untuk cedera berulang akan berkurang," ujar McInnes. Keputusan tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam 48 jam ke depan.
Kehilangan Shankland jelas bukan kabar yang diinginkan Rangers. Sebelum cedera, ia sedang dalam performa impresif dengan mencetak tiga gol dalam dua pertandingan terakhir, termasuk kemenangan penting atas Aberdeen dan Falkirk. Total, ia telah mengoleksi empat gol dalam 10 penampilan bersama Rangers musim ini. Absennya sang kapten juga berarti ia akan melewatkan laga internasional Skotlandia di ajang Nations League melawan Makedonia Utara, Slovenia, dan Swiss pada musim gugur ini.
Masalah Rangers kian pelik karena penyerang lain, Youssef Chermiti, juga masih harus menepi lama akibat cedera ligamen anterior (ACL) yang dideritanya bulan lalu. Dengan dua penyerang utama absen, McInnes kini harus memutar otak untuk mengisi lini depan. Ryan Naderi, yang mencetak gol kemenangan saat menggantikan Shankland melawan Motherwell, menjadi salah satu opsi. Namun, statistik menunjukkan Naderi belum konsisten seperti Shankland. Sejak bergabung Januari lalu, ia rata-rata mencetak gol setiap 189 menit, sementara Shankland hanya butuh 146 menit per gol.
Rekrutan anyar asal Venezuela, Kevin Kelsy, juga akan mendapat sorotan. Dibeli dengan harga mahal dari Portland Timbers, Kelsy diharapkan bisa langsung tampil tajam. Namun, catatan 13 gol dalam 46 pertandingan terakhirnya—rata-rata satu gol setiap 190 menit—menimbulkan pertanyaan apakah ia benar-benar penyerang haus gol. Mantan kiper Rangers, Cammy Bell, menilai situasi ini tidak ideal. "Mereka sebenarnya ingin memberi waktu bagi Kelsy untuk beradaptasi, tetapi sekarang ia tidak punya waktu itu. Ia harus segera tampil dan mencetak gol-gol penting," ujarnya.
Krisis ini datang di saat yang buruk bagi Rangers. Jadwal mereka padat hingga akhir tahun, dengan lima pertandingan pada Oktober, tiga pada November, dan enam pada Desember. Belum lagi laga melawan Celtic yang akan segera tersaji. Tanpa Shankland, daya gedor Rangers diragukan, terutama saat menghadapi tim-tim papan atas. Mantan gelandang Rangers, Andy Halliday, menegaskan bahwa jika Shankland bermain penuh saat melawan Motherwell, ia bisa mencetak beberapa gol. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya perannya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Liga Skotlandia memang bukan kompetisi yang banyak diikuti, tetapi kisah cedera berkepanjangan seperti ini kerap menjadi pelajaran bagi klub-klub di Indonesia yang juga kerap kehilangan pemain kunci di tengah musim. Manajemen risiko cedera dan kedalaman skuad menjadi faktor krusial, terutama ketika tim harus berlaga di berbagai kompetisi sekaligus. Rangers kini diuji untuk membuktikan bahwa mereka punya plan B yang mumpuni tanpa Shankland.
Pertanyaan besarnya, akankah Naderi atau Kelsy mampu menggantikan ketajaman Shankland? Atau justru McInnes akan mengubah formasi untuk mengakomodasi pemain sayap seperti Daisuke Yokota yang juga tengah cedera? Dengan bursa transfer yang masih terbuka, bukan tidak mungkin Rangers akan bergerak mencari penyerang anyar. Namun, keputusan tersebut tentu harus mempertimbangkan kondisi finansial dan regulasi. Yang jelas, empat bulan ke depan akan menjadi ujian besar bagi ambisi Rangers di kompetisi domestik maupun Eropa.



