Badai Cedera Juventus Makin Parah: Locatelli dan Boga Tumbang, Spalletti Kehilangan Sembilan Pemain
Baca dalam 60 detik
- Kapten Juventus, Manuel Locatelli, harus menjalani operasi meniskus dan berpotensi absen hingga enam bulan, memperparah krisis cedera di lini tengah.
- Jeremie Boga dikabarkan mengalami cedera otot dan akan absen beberapa pekan, menyusul daftar panjang pemain yang sudah lebih dulu cedera.
- Dengan hanya dua gelandang senior yang fit, pelatih Luciano Spalletti menghadapi dilema besar di awal musim Serie A 2026-27.

Hanya tiga pekan berlalu sejak Serie A 2026-27 bergulir, Juventus sudah berada dalam situasi darurat. Kabar terbaru menyebutkan kapten tim, Manuel Locatelli, harus menjalani operasi pada meniskusnya, sementara Jeremie Boga juga diprediksi bakal menepi akibat cedera otot. Dengan total sembilan pemain senior yang absen, pelatih Luciano Spalletti kini dipaksa merombak komposisi tim lebih cepat dari perkiraan.
Kepastian cedera Locatelli diumumkan pada Senin (pekan ini). Gelandang internasional Italia itu diperkirakan akan melewatkan tiga bulan ke depan, namun laporan terbaru dari La Gazzetta dello Sport bahkan menyebut kemungkinan terburuknya mencapai enam bulan. Apa pun skenarionya, pemain berusia 28 tahun itu dipastikan tidak akan tampil sebelum jeda musim dingin. Ini pukulan telak bagi Juventus yang mengandalkan Locatelli sebagai pengatur ritme permainan di lini tengah.
Sementara itu, Boga yang baru bergabung pada bursa transfer musim panas lalu, dikabarkan mengalami masalah otot. La Gazzetta dello Sport memperkirakan pemain asal Pantai Gading itu akan absen selama beberapa pekan, dan bisa kembali tepat setelah jeda internasional. Cedera Boga menambah panjang daftar pemain yang harus menepi, yang sebelumnya sudah mencakup Khephren Thuram yang diperkirakan baru pulih pada 2027, Kenan Yildiz yang juga akan absen berbulan-bulan, serta Jeff Ekhator dan Juan Cabal.
Yang lebih memprihatinkan, krisis ini terjadi di sektor yang paling vital: lini tengah. Selain Locatelli, Spalletti juga belum bisa memainkan Pape Matar Sarr sepanjang musim ini, dan Weston McKennie yang masih memulihkan cedera otot. Alhasil, hanya dua gelandang senior yang benar-benar fit dan siap tampil: Douglas Luiz dan Teun Koopmeiners. Ironisnya, kedua nama ini justru sempat masuk daftar jual Juventus pada awal bursa transfer musim panas.
Kondisi ini memaksa Spalletti untuk berpikir ulang. Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk laga-laga penting di Serie A dan Eropa, Juventus tidak punya banyak ruang untuk bereksperimen. Padahal, kedalaman skuad menjadi salah satu kunci untuk bersaing di papan atas. Keputusan untuk mempertahankan Douglas Luiz dan Koopmeiners kini tampak seperti langkah yang tidak disengaja namun menjadi penyelamat.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mengingatkan pada awal musim lalu ketika Juventus juga diganggu cedera beruntun. Namun, kali ini masalahnya lebih sistemik. Banyak pemain yang cedera adalah rekrutan anyar atau pemain yang diharapkan menjadi tulang punggung tim. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin Juventus akan tertinggal jauh dalam perburuan scudetto.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini relevan bagi para penggemar Serie A yang kerap menjadikan Juventus sebagai tim favorit. Banyak suporter di Tanah Air yang mengikuti perkembangan Liga Italia, dan krisis cedera ini tentu memengaruhi kualitas pertandingan yang mereka saksikan. Selain itu, minimnya pilihan pemain bisa berdampak pada menurunnya daya saing Juventus di kompetisi Eropa, yang juga ditonton luas di Indonesia.
Menilik ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Spalletti akan menyiasati keterbatasan ini. Apakah ia akan memberi kesempatan kepada pemain muda dari akademi, atau justru memaksakan pemain yang belum pulih benar? Keputusan ini akan menentukan apakah Juventus mampu bertahan di papan atas hingga jeda musim dingin, atau justru terpuruk lebih dalam. Satu hal yang pasti: bursa transfer Januari nanti akan menjadi momen krusial bagi klub untuk menambal lubang yang ada.



