Operasi Jantung McTominay Sukses, Napoli Berharap Gelandangnya Kembali Latihan Bulan Ini
Baca dalam 60 detik
- Prosedur ablasi jantung yang dijalani McTominay dinyatakan berhasil total oleh Napoli, dengan rencana kembali berlatih dalam dua pekan.
- Gelandang Skotlandia itu mengalami aritmia jinak ringan yang terdeteksi setelah ditarik keluar pada laga kontra Como, memicu tindakan korektif segera.
- Kepulangan McTominay ke lapangan ditargetkan sebelum jeda internasional Oktober, memberi angin segar bagi Napoli dan timnas Skotlandia.

Napoli mengonfirmasi bahwa prosedur ablasi jantung yang dijalani Scott McTominay pada Selasa pagi waktu setempat berjalan mulus dan dinyatakan sukses total. Gelandang asal Skotlandia itu dijadwalkan menjalani pemulihan selama dua pekan sebelum kembali berlatih bersama skuad Partenopei, sebuah perkembangan yang meredakan kekhawatiran akan masa depannya di lapangan hijau.
McTominay, yang berusia 29 tahun, menjalani tindakan minimal invasif di Spire Manchester Hospital untuk mengoreksi irama jantung yang tidak teratur. Masalah ini terungkap setelah ia ditarik keluar pada menit ke-56 saat Napoli kalah 1-2 dari Como di Serie A pada 30 Agustus lalu. Pemeriksaan lanjutan menemukan adanya aritmia jinak ringan, yang kemudian memicu keputusan untuk melakukan tindakan korektif secepatnya.
Kabar ini tentu menjadi kelegaan besar bagi penggemar Napoli dan tim nasional Skotlandia. Sebelumnya, kekhawatiran sempat muncul mengingat McTominay adalah salah satu pilar penting di lini tengah baik untuk klub maupun negara. Melalui unggahan di Instagram, ia sempat menulis, "Sampai jumpa lagi Napoli. Aku tidak akan lama." Optimisme itu kini terbukti tidak berlebihan.
Menurut penjelasan NHS, aritmia adalah kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak stabil. Sementara itu, British Heart Foundation menjelaskan bahwa ablasi aritmia jantung menggunakan energi panas atau dingin untuk membuat luka kecil di jantung guna memblokir sinyal listrik yang salah dan mengembalikan detak jantung ke ritme normal. Prosedur ini memang dikenal minim risiko dan tingkat keberhasilannya tinggi, tetapi tetap memerlukan waktu pemulihan yang tidak bisa diabaikan.
Bagi pelatih anyar Skotlandia, Sebastien Pocognoli, kabar ini datang di saat yang krusial. Empat laga pertamanya sebagai nahkoda—melawan Slovenia kandang dan tandang, plus berhadapan dengan Makedonia Utara dan Swiss di Nations League—dijadwalkan berlangsung akhir September hingga awal Oktober. Kehadiran McTominay di lini tengah akan menjadi suntikan moral yang signifikan, mengingat pengalaman dan kualitasnya yang sudah teruji di pentas Eropa.
Di tengah kabar baik ini, publik sepak bola Indonesia juga bisa memetik pelajaran tentang pentingnya deteksi dini masalah kesehatan atlet. Kasus McTominay menunjukkan bahwa pemeriksaan rutin dan respons cepat terhadap gejala dapat mencegah risiko yang lebih serius. Bagi para pemain muda di Indonesia, ini menjadi pengingat bahwa kesehatan jantung adalah fondasi utama karier sepak bola yang panjang.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah bagaimana McTominay akan tampil setelah kembali. Apakah ia bisa langsung menemukan performa terbaiknya, atau butuh waktu untuk beradaptasi? Napoli sendiri optimistis, dan para penggemar pun menantikan aksinya kembali di Serie A. Satu hal yang pasti, kembalinya McTominay akan memperkuat lini tengah Napoli dan memberi opsi lebih bagi Pocognoli untuk meramu strategi di laga-laga krusial mendatang.



