Karhutla Jambi: Empat Daerah Terapkan PJJ, ISPU Tembus 172
Baca dalam 60 detik
- Pembelajaran jarak jauh diberlakukan untuk SMA, SMK, dan SLB di empat wilayah Jambi selama 7โ9 September 2026.
- Langkah ini merespons indeks pencemaran udara yang menyentuh level tidak sehat, bahkan sempat mencapai kategori sangat tidak sehat.
- Kebijakan serupa berpotensi meluas jika karhutla tak tertangani, mengingat pola musim kemarau yang masih berlanjut.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi resmi mengalihkan proses belajar mengajar ke mode daring bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB di empat kabupaten/kota. Keputusan ini diambil setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah titik menunjukkan level tidak sehat, bahkan sempat menyentuh angka 172 di Kota Jambi pada Minggu (6/9).
Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, terhitung 7 hingga 9 September 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk antisipasi terhadap memburuknya kualitas udara sekaligus upaya menekan potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan pelajar.
Penetapan PJJ tidak muncul tanpa dasar. Keputusan ini merupakan hasil musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) yang merujuk pada data pemantauan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Dalam sepekan terakhir, konsentrasi partikel polutan di atmosfer Jambi memang fluktuatif, dengan beberapa periode mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih melanda sejumlah titik.
Fenomena ini mengingatkan pada siklus tahunan yang kerap melanda Sumatra. Namun, yang menjadi perhatian adalah intensitas dan durasi kabut asap yang cenderung lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya. Data ISPU yang menembus angka 172 menunjukkan bahwa paparan polutan sudah berada pada level yang dapat mengganggu aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Dampak karhutla sebenarnya tidak hanya dirasakan di ruang kelas. Sektor kesehatan publik menjadi garda terdepan yang harus diperkuat. Dinas Kesehatan setempat telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Rumah sakit dan puskesmas di empat wilayah terdampak pun disiagakan untuk menangani potensi peningkatan pasien ISPA.
Dari sisi kebijakan, langkah Dinas Pendidikan Jambi sejalan dengan protokol yang pernah diterapkan saat pandemi, meski konteksnya kini berbeda. Para guru dituntut untuk menyiapkan modul daring yang efektif dalam waktu singkat. Sementara itu, orang tua dihadapkan pada tantangan pendampingan belajar di tengah kondisi udara yang tidak sehat โ sebuah ironi yang sulit dihindari.
Muhammad Umar menyatakan bahwa evaluasi akan dilakukan setiap hari selama masa PJJ. Jika kualitas udara belum membaik, bukan tidak mungkin kebijakan ini diperpanjang atau diperluas ke wilayah lain. "Kami tidak mau mengambil risiko terhadap kesehatan siswa. Ini adalah prioritas utama," ujarnya, menegaskan komitmen dinas untuk mengedepankan keselamatan.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah sejauh mana pemerintah provinsi mampu menekan titik api di lapangan. Penegakan hukum terhadap pembakar lahan, serta koordinasi dengan pemerintah pusat untuk operasi modifikasi cuaca, menjadi kunci agar masyarakat tidak terus-menerus hidup dalam kepungan asap. Apakah musim kemarau tahun ini akan meninggalkan catatan kelam yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, atau justru menjadi momentum perbaikan tata kelola lingkungan? Jawabannya masih menunggu langkah konkret para pemangku kepentingan.



