BRI Raih Penghargaan Niaga Werdhitama: Komitmen UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global
Baca dalam 60 detik
- BRI dianugerahi penghargaan dari Kementerian Perdagangan atas perannya dalam pengembangan SDM UMKM, khususnya melalui program pelatihan ekspor.
- Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli telah menjangkau 120 pelaku UMKM sejak 2024, membekali mereka dengan keterampilan strategis untuk menembus pasar internasional.
- Penghargaan ini menegaskan posisi BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanah air. Kali ini, komitmen tersebut berbuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Perdagangan, sebuah sinyal kuat bahwa sektor perbankan tak lagi sekadar penyalur kredit, melainkan juga arsitek peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Penghargaan Niaga Werdhitama kategori Industry Trade Development Partner diberikan kepada BRI dalam acara peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045, yang digelar di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/9/2026). Apresiasi ini bukan sekadar seremoni; ia menjadi pengakuan atas kolaborasi nyata BRI dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi, serta dukungan terhadap promosi ekspor.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, yang hadir langsung menerima penghargaan tersebut, menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak bisa hanya bertumpu pada akses pembiayaan. "Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga perlu diiringi dengan penguatan kemampuan usaha agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi perubahan dan memperluas pasar," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma di industri perbankan: dari sekadar pemberi pinjaman menjadi mitra pertumbuhan.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli. Inisiatif yang berada di bawah payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan pemahaman komprehensif tentang seluk-beluk ekspor. Materi pelatihan mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional. Sejak diluncurkan pada 2024, program ini telah menjangkau 120 pelaku UMKM dari berbagai penjuru Indonesia.
Angka 120 mungkin tampak kecil jika dibandingkan dengan total UMKM di Indonesia yang mencapai jutaan. Namun, program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lebih besar. BRI, melalui berbagai inisiatif BRI Peduli, terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan institusi terkait untuk menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM naik kelas. "Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar," pungkas Dhanny.
Bagi Indonesia, penghargaan ini memiliki makna yang lebih dalam. Di tengah upaya pemerintah mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal, peran perbankan sebagai katalisator menjadi krusial. BRI, dengan jaringan terluas di Indonesia, memiliki posisi unik untuk menjangkau UMKM hingga ke pelosok. Program pelatihan ekspor ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional, yang saat ini masih didominasi oleh perusahaan besar.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah: apakah program serupa akan diperluas secara signifikan? Dengan target Indonesia Emas 2045 yang menuntut UMKM menjadi tulang punggung ekonomi, dibutuhkan skala yang jauh lebih besar. Apakah BRI akan mampu melipatgandakan jumlah peserta pelatihan dalam beberapa tahun ke depan? Atau akankah program ini menjadi blueprint bagi bank-bank lain untuk turut serta? Jawabannya akan menentukan apakah penghargaan ini hanya menjadi seremonial belaka atau menjadi pemicu transformasi nyata bagi UMKM Indonesia.



