Piala Dunia Basket Wanita: Jepang Tumbang oleh Jerman, Peluang ke Perempat Final Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Jepang kalah 58-74 dari tuan rumah Jerman di babak penyisihan Grup A Piala Dunia Basket Wanita, membuat klasemen grup menjadi imbang.
- Akurasi tembakan tiga angka Jepang yang buruk (3/27) menjadi faktor utama kekalahan, kontras dengan rekor 20 tripoin saat melawan Mali.
- Jepang akan menghadapi Spanyol di laga penentu grup pada Senin; hasil pertandingan ini akan menentukan langkah mereka menuju babak gugur.

Timnas basket putri Jepang harus mengakui keunggulan tuan rumah Jerman dengan skor 58-74 pada laga kedua Grup A Piala Dunia Basket Wanita yang berlangsung di Max-Schmeling-Halle, Berlin, Sabtu (6/9/2026). Kekalahan ini membuat seluruh tim di Grup A kini mengoleksi poin yang sama, yakni tiga poin, setelah masing-masing meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Situasi ini menjadikan laga pamungkas grup sebagai penentu siapa yang berhak melaju langsung ke perempat final.
Jepang sebenarnya memulai turnamen dengan gemilang setelah menumbangkan Mali pada laga pembuka. Namun, menghadapi Jerman, mereka harus tertinggal jauh 11-28 di kuarter pertama. Meski sempat menunjukkan perlawanan sengit di kuarter kedua dengan mencetak 18 poin berbanding 6 dan memangkas jarak menjadi hanya lima poin saat turun minum, kelemahan mendasar justru terlihat dari efektivitas tembakan jarak jauh. Dari 27 percobaan tripoin, hanya tiga yang masuk โ sebuah kontras mencolok dengan rekor 20 tripoin yang mereka cetak saat melawan Mali sehari sebelumnya.
Kegagalan memanfaatkan peluang dari luar garis lengkung menjadi sorotan utama. Point guard Jepang, Mai Yamamoto, mengakui bahwa timnya kesulitan keluar dari tekanan Jerman sejak awal. "Jerman menguasai permainan sejak menit pertama dan kami tidak mampu mematahkan momentum mereka. Kami juga gagal menyelesaikan serangan dengan tembakan yang baik, termasuk saya sendiri," ujarnya. Senada dengan Yamamoto, center Maki Takada menyebut timnya terlalu terburu-buru dalam membangun serangan cepat dan kerap mengambil tembakan yang tidak ideal. "Kami panik saat mencoba one-on-one untuk mempercepat tempo, dan akhirnya memaksakan tembakan yang sulit," jelas Takada.
Di kubu Jerman, Frieda Buhner tampil sebagai bintang dengan mencetak 19 poin, disusul Nyara Sabally yang menyumbang 18 poin. Keduanya menjadi motor kebangkitan Jerman yang sempat tertinggal di kuarter kedua, lalu menjauh lagi di kuarter ketiga dengan skor 58-39. Bagi Jepang, Kokoro Tanaka menjadi pencetak skor terbanyak dengan 15 poin, namun kontribusinya belum cukup untuk membendung agresivitas tim tuan rumah.
Bagi penggemar basket di Indonesia, performa Jepang ini menarik untuk dicermati. Sebagai salah satu kekuatan basket Asia, kegagalan Jepang dalam eksekusi tripoin menunjukkan betapa pentingnya akurasi dalam permainan modern. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi timnas Indonesia yang tengah berupaya menembus level kompetisi internasional. Selain itu, rivalitas Asia di kancah global juga ikut menentukan peta persaingan menuju Olimpiade mendatang.
Jepang kini dihadapkan pada laga hidup-mati melawan Spanyol pada pertandingan terakhir Grup A, Senin (8/9/2026). Spanyol sendiri merupakan lawan tangguh yang tidak boleh diremehkan. Dalam format turnamen 16 tim ini, hanya juara grup yang otomatis melaju ke perempat final, sementara peringkat kedua dan ketiga harus melewati babak kualifikasi tambahan. Dengan kondisi klasemen yang sangat ketat, Jepang wajib tampil sempurna untuk mengamankan posisi teratas, atau setidaknya menghindari hasil buruk yang bisa mengeliminasi mereka lebih awal. Akankah Jepang bangkit dan menunjukkan kualitas terbaiknya saat menghadapi Spanyol? Atau justru Jerman yang akan memanfaatkan momentum kemenangan ini untuk melaju lebih jauh? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



