De Zerbi Minta Waktu untuk Spurs: Investasi Besar Belum Sebanding dengan Gol
Baca dalam 60 detik
- Tottenham gagal mencetak gol dalam tiga laga awal Premier League, catatan terburuk sejak 1974-75.
- Pelatih Roberto de Zerbi menilai timnya butuh waktu untuk membangun identitas setelah belanja besar musim panas.
- Hasil imbang di kandang Nottingham Forest menjadi titik awal perbaikan, tetapi tantangan besar masih menanti.

Tottenham Hotspur mencatatkan awal musim yang memprihatinkan di Premier League. Dalam tiga pertandingan pertama, mereka belum sekalipun mencetak gol, sebuah catatan yang terakhir kali terjadi pada musim 1974-75. Setelah menghabiskan lebih dari ยฃ300 juta untuk belanja pemain di bursa transfer musim panas, publik mulai mempertanyakan efektivitas strategi klub London Utara tersebut.
Hasil imbang 0-0 melawan Nottingham Forest di City Ground pada akhir pekan lalu setidaknya menghentikan laju kekalahan beruntun yang sempat terjadi. Sebelumnya, Spurs takluk dari Brentford dan Newcastle United. Namun, kegagalan mencetak gol dalam tiga laga beruntun menjadi sinyal bahwa masalah mendasar belum terselesaikan, terutama di lini depan.
Pelatih Roberto de Zerbi memilih bersikap tenang. Ia menegaskan bahwa timnya masih dalam proses pembentukan karena banyak pemain baru yang baru bergabung. "Kami membeli pemain yang sangat bagus, tetapi Anda tidak bisa membangun tim hanya dengan nama-nama seperti di Football Manager," ujarnya kepada Sky Sports. De Zerbi juga menyebut bahwa sebagian pemain baru baru berlatih bersama sejak Kamis lalu, sehingga butuh waktu untuk membangun kekompakan.
Pertandingan melawan Forest sebenarnya menunjukkan peningkatan. Tottenham mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Statistik mencatat, Spurs melepaskan 38 tembakan sepanjang tiga laga dengan ekspektasi gol (xG) hanya 3,3. Bahkan, untuk pertama kalinya sejak April 2022, mereka gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran dalam satu pertandingan liga.
Mantan gelandang Tottenham, Danny Murphy, sependapat dengan De Zerbi. Menurutnya, pemain Spurs terlalu terburu-buru saat berada di area berbahaya. "Ketika mereka berada di posisi yang bagus, mereka justru terburu-buru melepaskan tembakan padahal seharusnya bisa mengoper," kata Murphy kepada BBC Sport. Ia menambahkan bahwa para pemain baru seperti Omar Marmoush dan Savio masih perlu waktu untuk memahami pergerakan rekan setimnya.
Salah satu sorotan adalah debut Mykhailo Mudryk, yang baru saja dipinjam dari Chelsea. Pemain asal Ukraina itu menjalani laga kompetitif pertamanya setelah 646 hari, tepatnya sejak November 2024. Mudryk sempat menjalani larangan bermain empat tahun akibat kasus doping, tetapi ia membantah sengaja mengonsumsi zat terlarang. De Zerbi menilai Mudryk butuh waktu dan kerja keras untuk kembali ke performa terbaiknya.
De Zerbi juga mengungkapkan bahwa pergantian pemain di babak kedua, termasuk menarik Savio dan Destiny Udogie, sudah direncanakan sejak awal karena kondisi fisik keduanya belum prima. "Sebelum pertandingan, rencananya Savio dan Udogie bermain sekitar 60 menit. Saya tidak senang, tetapi begitulah sepak bola," jelasnya. Ia menekankan pentingnya manajemen pemain yang baru pulih dari cedera.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Tottenham menjadi pengingat bahwa investasi besar tidak otomatis berbuah hasil instan. Klub-klub Eropa, termasuk Spurs, kerap menjadi barometer bagi penggemar di Tanah Air yang menantikan performa para bintang. Namun, seperti kata De Zerbi, membangun tim yang solid membutuhkan proses dan kesabaran.
Pertanyaan selanjutnya adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan De Zerbi untuk menemukan formula tepat. Dengan jadwal padat dan tekanan dari suporter, akankah ia diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya? Atau justru hasil buruk beruntun akan mempercepat pergantian pelatih? Hanya waktu yang bisa menjawab.



