Investasi £185 Juta Manchester City Mulai Menunjukkan Tanda: Debut Fernandez dan Ndiaye
Baca dalam 60 detik
- Manchester City memainkan dua rekrutan mahal, Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye, dalam kemenangan tipis 1-0 atas Coventry City, menandai awal era baru di lini tengah.
- Fernandez, yang dibeli seharga £125 juta dari Chelsea, langsung menunjukkan peran krusialnya dengan assist untuk gol Erling Haaland, sementara Ndiaye menjadi pemain Senegal pertama yang membela The Citizens.
- Dengan total belanja £185 juta di hari terakhir bursa, City mengirim sinyal ambisi besar, namun masih ada pertanyaan tentang kedalaman skuad, terutama di posisi penyerang.

Manchester City akhirnya memainkan dua rekrutan termahal mereka pada bursa transfer musim dingin, Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye, dalam laga Premier League melawan Coventry City. Keduanya langsung menjalani debut di tengah ekspektasi tinggi setelah klub menggelontorkan dana fantastis, dan meski laga berakhir dengan skor tipis 1-0, penampilan mereka memberikan secercah harapan bagi para pendukung di Etihad Stadium.
Fernandez, yang direkrut dari Chelsea dengan nilai transfer £125 juta, sebenarnya dijadwalkan tampil sebagai pemain pengganti. Namun, cedera yang dialami Nico O'Reilly saat pemanasan memaksa pelatih Enzo Maresca untuk menariknya masuk ke starting XI. Sementara itu, Ndiaye, yang diboyong dari klub Prancis dengan banderol £60 juta, langsung dipercaya mengisi posisi sayap. Keduanya baru menjalani beberapa sesi latihan bersama rekan baru, tetapi Maresca mengakui bahwa adaptasi mereka berjalan lebih cepat berkat pengalaman sebelumnya.
Maresca sendiri bukan orang asing bagi Fernandez. Keduanya pernah bekerja sama di Chelsea dan meraih gelar Europa Conference League serta Piala Dunia Antarklub. Hubungan yang sudah terjalin itu tampak jelas di lapangan. Fernandez, yang beroperasi sebagai gelandang nomor delapan, diberi kebebasan untuk menusuk ke kotak penalti. Ia tercatat menyentuh bola enam kali di area pertahanan Coventry, hanya kalah dari Haaland yang mencatatkan sebelas sentuhan. Salah satu momen krusialnya adalah saat ia memberikan umpan terobosan kepada Antoine Semenyo yang kemudian berujung pada gol ketiga Haaland di musim ini.
Di sisi lain, Ndiaye mencatatkan sejarah sebagai pemain Senegal pertama yang memperkuat Manchester City. Kecepatan dan kelincahannya menjadi momok bagi barisan pertahanan Coventry. Statistik mencatat, tidak ada pemain yang melakukan lebih banyak dribel darinya dalam pertandingan tersebut, dengan total delapan percobaan. Meski demikian, Maresca masih menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama posisi bermainnya yang kerap terlalu turun ke belakang. "Dia baru dua sesi latihan bersama kami. Dia perlu memahami cara bergerak. Kadang posisinya salah, tapi itu hal yang wajar dan dia pasti akan belajar," ujar Maresca seperti dikutip BBC Sport.
Selain dua nama tersebut, Manchester City juga masih memiliki Elliot Anderson yang bergabung pada musim panas lalu dengan nilai £116 juta dari Nottingham Forest. Pemain berusia 23 tahun itu justru tampil menonjol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga kontra Coventry. Anderson menyelesaikan 143 dari 155 operannya, jumlah yang lebih banyak dari total operan seluruh pemain Coventry. Maresca pun memberikan pujian khusus, "Yang paling penting dari Elliot adalah perkembangan hariannya. Dia selalu bertanya bagaimana cara belajar. Kami sering melakukan analisis video satu lawan satu," katanya.
Kemenangan ini mempertahankan rekor sempurna Manchester City di awal musim. Namun, di balik hasil positif tersebut, muncul pertanyaan mengenai strategi transfer klub. Dengan kepergian sejumlah gelandang seperti Bernardo Silva, Rodri, dan Tijjani Reijnders, City memang fokus merombak lini tengah. Meski begitu, beberapa pengamat menilai klub kurang memperhatikan posisi penyerang cadangan yang menjadi pelapis Haaland. Frank Lampard, manajer Coventry yang juga legenda Chelsea, memberikan pandangannya tentang Anderson. "Dia pemain yang sangat cerdas, berbakat, dan memiliki otak sepak bola yang baik. Saya yakin dia akan menjadi pemain hebat untuk Manchester City," ujarnya.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, langkah agresif Manchester City di bursa transfer ini menjadi sinyal bahwa persaingan di papan atas Premier League semakin ketat. Investasi besar yang dilakukan klub-klub Inggris kerap menjadi tolok ukur kekuatan finansial liga, yang juga berdampak pada meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap kompetisi ini. Kehadiran pemain-pemain bintang baru tentu akan menambah daya tarik siaran langsung dan meningkatkan animo penggemar di tanah air.
Ke depannya, Maresca dihadapkan pada tantangan untuk memadukan para pemain baru ini ke dalam skema permainannya. Dengan jadwal padat yang menanti, rotasi pemain menjadi kunci. Pertanyaannya, akankah Fernandez dan Ndiaye mampu mempertahankan performa impresif mereka dan menjadi pilar utama City musim ini? Atau justru Anderson yang akan mencuri perhatian lebih? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: lini tengah Manchester City kini memiliki kedalaman yang luar biasa.



