Chelsea Perempuan Kembali Gagal Manfaatkan Peluang: Mimpi Juara WSL Terancam Sejak Awal
Baca dalam 60 detik
- Chelsea hanya bermain imbang 1-1 melawan Aston Villa di laga pembuka WSL, meski mendominasi dengan 34 tembakan dan 57 sentuhan di kotak penalti lawan.
- Kegagalan mencetak gol dari banyak peluang menjadi masalah kronis sejak era Sonia Bompastor, yang juga menyebabkan mereka kehilangan gelar musim lalu.
- Dengan Arsenal dan Manchester City sebagai pesaing utama, Chelsea harus segera memperbaiki ketajaman jika ingin merebut kembali takhta WSL musim ini.

Chelsea Women kembali memperlihatkan kelemahan lama mereka di depan gawang. Pada laga perdana Women's Super League (WSL) musim 2025-2026, tim asuhan Sonia Bompastor hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Aston Villa di Stamford Bridge, Sabtu (20/9/2025). Padahal, mereka mendominasi jalannya pertandingan dengan 34 tembakan dan 57 sentuhan di kotak penalti lawan, tetapi hanya satu gol yang tercipta. Hasil ini langsung memicu pertanyaan besar: apakah Chelsea mampu bersaing memperebutkan gelar juara musim ini?
Lauren James membuka keunggulan Chelsea pada menit ke-11 lewat tendangan keras yang tak mampu dihalau kiper Villa. Gol tersebut sempat membuat para pendukung tuan rumah berharap kemenangan besar akan datang. Namun, harapan itu sirna ketika pada menit-menit akhir, bola pantul dari tembakan Noelle Maritz mengenai kiper Hannah Hampton dan masuk ke gawang sendiri melalui kaki bek Chelsea, Veerle Buurman. Gol bunuh diri tersebut memaksa laga berakhir dengan skor 1-1, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi skuad biru.
Statistik menjadi sorotan utama. Chelsea melepaskan 23 tembakan dari dalam kotak penalti, satu tembakan membentur mistar, dan satu gol dianulir karena offside. Sebaliknya, Aston Villa hanya mencatatkan lima sentuhan di kotak penalti Chelsea sepanjang pertandingan. Data ini menunjukkan bahwa masalah Chelsea bukan pada kreasi peluang, melainkan pada penyelesaian akhir. Bompastor mengakui bahwa timnya harus lebih klinis di depan gawang. โKami menciptakan banyak peluang, tetapi kenyataan di lapangan adalah jika kami unggul 2-0 atau 3-0, permainan akan berbeda. Kami harus bisa mempercepat permainan dan mematikan lawan lebih awal,โ ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Kegagalan memanfaatkan peluang ini bukan hal baru bagi Chelsea. Musim lalu, mereka kehilangan gelar juara setelah finis di posisi ketiga, di bawah Manchester City dan Arsenal. Empat hasil imbang dan tiga kekalahan menjadi penyebab utama, termasuk kekalahan 0-1 dari Everton pada Desember yang mengakhiri rekor tak terkalahkan selama 585 hari di WSL. Dalam laga tersebut, Chelsea juga mendominasi dengan 79% penguasaan bola dan 30 tembakan, tetapi gagal mencetak gol. Pola yang sama kembali terlihat saat melawan Aston Villa, membuat mantan striker timnas Inggris, Ellen White, menilai Chelsea harus segera berbenah. โUntuk menjadi juara, Anda harus bisa mengonversi peluang menjadi gol. Ini dua poin yang hilang. Musim lalu mereka hanya kehilangan enam poin di kandang,โ katanya di BBC One.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, kegagalan Chelsea ini menjadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tidak menjamin kemenangan. Di Liga 1 Indonesia, banyak tim juga kerap terjebak dalam permainan penguasaan bola tanpa efektivitas serangan. Pelatih-pelatih lokal bisa belajar dari kasus Chelsea bahwa penyelesaian akhir yang tajam adalah kunci meraih gelar, bukan sekadar statistik penguasaan bola. Selain itu, performa impresif Katie McCabe di laga debutnya melawan mantan klubnya, Arsenal, menjadi catatan positif. Namun, McCabe sendiri mengakui timnya kecewa. โKami frustrasi kehilangan poin di kandang. Kami tidak akan panik, ini baru awal musim. Tapi ini bukan standar Chelsea kehilangan poin di kandang,โ ujarnya.
Bompastor menilai bahwa masalah mentalitas menjadi faktor utama. โDalam sepak bola, beberapa hal bersifat mental. Ini tentang pola pikir untuk menjadi kejam dan klinis di kotak penalti. Tim terbaik tidak butuh banyak peluang, mereka hanya butuh satu atau dua untuk memenangkan pertandingan,โ jelasnya. Namun, ia juga menyadari bahwa opsi penyerangnya terbatas. Melvine Malard mengalami cedera ringan saat latihan, sementara Mayra Ramirez masih dalam masa pemulihan. Aggie Beever-Jones yang ditunjuk sebagai ujung tombak menggantikan Sam Kerr yang hengkang, tampak kurang percaya diri. Ia beberapa kali menyia-nyiakan peluang emas, dan ketika berhasil mencetak gol, dianulir karena offside.
Dengan hasil ini, Chelsea harus segera bangkit. Mereka akan menghadapi laga tandang melawan Brighton pada pekan depan, sementara pesaing utama mereka, Manchester City dan Arsenal, akan memulai musim dengan laga kandang. City akan menjamu Birmingham City, sedangkan Arsenal bertandang ke Brighton. Selain itu, London City Lionesses, tim promosi yang diperkuat banyak bintang, juga menunjukkan tajinya dengan mengalahkan Manchester United. Persaingan musim ini diprediksi semakin ketat. Pertanyaannya, akankah Chelsea mampu mengatasi masalah kronis mereka dan kembali bersaing di puncak klasemen? Atau justru kehilangan start yang akan menentukan nasib mereka di akhir musim?



