TNI AU dan RSAF Gelar Pertemuan Tahunan ke-20 di Manado, Perkuat Kerja Sama Militer Bilateral
Baca dalam 60 detik
- Pertemuan ASM ke-20 antara TNI AU dan RSAF berlangsung di Manado, dihadiri pejabat tinggi kedua angkatan udara.
- Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperluas kerja sama, mulai dari pertukaran personel hingga latihan gabungan.
- Kedua pihak berkomitmen melanjutkan dialog tahunan guna mempererat hubungan pertahanan di kawasan.

Manado, 4 September 2026 โ TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara Singapura (RSAF) kembali menggelar Annual Staff Meeting (ASM) yang ke-20 di Manado, Jumat. Pertemuan yang berlangsung tertutup ini menjadi penanda menguatnya koordinasi pertahanan udara kedua negara di tengah dinamika keamanan regional yang kian kompleks.
Delegasi TNI AU dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Marsdya TNI Tedi Rizalihadi, sementara RSAF mengirim Chief of Staff โ Air Staff, Brigjen Ho Kum Luen. Kehadiran pejabat setingkat wakil kepala staf menunjukkan bahwa forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang pengambilan keputusan strategis yang menyentuh aspek operasional dan pengembangan kapabilitas.
Sepanjang dua dekade terakhir, kerja sama TNI AU dan RSAF telah menjangkau berbagai bidang, mulai dari program pertukaran perwira untuk pendidikan militer hingga latihan tempur bersama. Marsdya Tedi menilai ragam kolaborasi itu merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan dan saling pengertian antarprajurit. โBerbagai bentuk kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan, saling pengertian, dan profesionalisme kedua angkatan udara,โ ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Di sisi lain, Brigjen Ho Kum Luen mengapresiasi penyelenggaraan ASM ke-20 serta keramahan TNI AU selama delegasinya berada di Indonesia. Menurut dia, forum ini telah menjadi pilar utama dalam membahas isu-isu bilateral, mengambil keputusan, dan mengeksekusi program kerja sama. โAnnual Staff Meeting telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembahasan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan seluruh kegiatan bilateral antara RSAF dan TNI AU,โ katanya.
Pertemuan tahunan ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia pada stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Bagi Indonesia, mempererat hubungan pertahanan dengan Singapura โ salah satu mitra dagang dan keamanan terdekat โ memiliki nilai strategis, terutama dalam menjaga keamanan jalur pelayaran dan wilayah udara di sekitar Selat Malaka dan Laut Sulawesi. Manado sendiri dipilih sebagai lokasi pertemuan, menegaskan peran Sulawesi Utara sebagai simpul penting dalam arsitektur pertahanan nasional.
Meski detail agenda tidak dipublikasikan, dinamika kerja sama pertahanan IndonesiaโSingapura patut dicermati. Di satu sisi, latihan bersama meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme. Di sisi lain, kerja sama ini harus dikelola hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kancah regional, mengingat Singapura memiliki hubungan pertahanan erat dengan negara-negara besar lain.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana ASM ini akan diterjemahkan ke dalam program konkret, seperti peningkatan frekuensi latihan gabungan atau perluasan cakupan ke bidang intelijen dan siber. Jawabannya akan menentukan apakah hubungan kedua angkatan udara ini benar-benar bertransformasi menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan, atau sekadar rutinitas tahunan tanpa dampak signifikan.



