Modric Bantah Pensiun: Gelandang 41 Tahun Perpanjang Karier di Timnas Kroasia
Baca dalam 60 detik
- Luka Modric memastikan tetap membela Kroasia di usianya yang ke-41, membatalkan spekulasi pensiun setelah musim yang mengecewakan.
- Pelatih anyar Slaven Bilic akan memanggilnya untuk jeda internasional September-Oktober, sekaligus mengarungi Nations League.
- Dengan 202 caps, Modric mengejar rekor penampilan internasional yang masih dipegang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Luka Modric, gelandang AC Milan yang akan genap berusia 41 tahun pekan depan, memutuskan untuk tetap memperkuat Timnas Kroasia. Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang tentang pensiunnya setelah musim lalu yang penuh kekecewaan, baik di level klub maupun internasional.
Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) mengonfirmasi pada Sabtu bahwa Modric akan masuk dalam skuad asuhan Slaven Bilic untuk jeda internasional September-Oktober. Daftar lengkap pemain dijadwalkan diumumkan Senin. Modric juga menyatakan kesediaannya tampil di seluruh laga Nations League musim ini, dengan catatan kondisinya prima.
Keputusan ini menepis rumor yang beredar awal musim panas bahwa ia akan gantung sepatu setelah gagal membawa Milan lolos ke Liga Champions dan tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia oleh Portugal. Namun, semangat kompetitif Modric ternyata belum padam. Ia telah memperpanjang kontrak dengan Milan hingga 2026-27, dan kini memperpanjang pengabdiannya untuk negaranya.
Bagi pengamat sepak bola, kelanjutan karier Modric adalah anomali langka di era di mana pemain top biasanya memilih pensiun internasional lebih awal untuk menjaga kebugaran di level klub. Namun, Modric justru menunjukkan loyalitas ekstrem. Dengan 202 caps, ia kini berada di posisi ketiga daftar penampilan terbanyak sepanjang masa untuk tim nasional, hanya di belakang Lionel Messi (207) yang baru saja pensiun dari Argentina dan Cristiano Ronaldo (233) yang masih aktif membela Portugal.
Keputusan ini juga menjadi berkah bagi Slaven Bilic, pelatih anyar Kroasia yang ditunjuk menggantikan Zlatko Dalic. Bilic mewarisi generasi emas yang mulai menua, dan kehadiran Modric memberikan jaminan kualitas di lini tengah. Namun, tantangan regenerasi tetap menjadi pekerjaan rumah besar, mengingat pemain seperti Ivan Perisic dan Andrej Kramaric juga sudah tidak muda lagi.
Bagi publik Indonesia, kisah Modric menjadi cermin bagaimana seorang atlet kelas dunia menjaga performa di usia senja. Di tengah gencarnya program naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia, dedikasi Modric justru menunjukkan pentingnya ikatan emosional dan rasa memiliki terhadap negara. Ia bisa menjadi contoh bahwa karier internasional tidak selalu harus berakhir di usia 30-an, selama fisik dan mental tetap terjaga.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: mampukah Modric membawa Kroasia kembali bersaing di turnamen besar, atau justru menjadi beban bagi regenerasi? Dengan Piala Dunia 2026 yang tinggal setahun lagi, keputusan ini bisa menjadi langkah pamungkasnya untuk mengukir sejarah, atau justru menjadi bumerang bagi tim yang tengah transisi.



