Kebakaran Rumah Dua Lantai di Singapura: Satu Korban Dirawat, 30 Warga Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Insiden kebakaran di Simon Lane, Singapura, menyebabkan satu orang dirawat karena menghirup asap dan sekitar 30 warga dievakuasi dari rumah tetangga.
- Petugas pemadam kebakaran mengerahkan tiga pancaran air untuk menjinakkan api yang sempat menyala kembali, dengan satu petugas mengalami cedera ringan.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, sementara otoritas setempat terus melakukan pendinginan area untuk mencegah percikan api baru.

Seorang warga dilarikan ke rumah sakit akibat menghirup asap ketika kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Simon Lane, Singapura, Sabtu (5/9) sore. Peristiwa yang memicu evakuasi puluhan orang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran di kawasan padat hunian.
Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) menerima laporan sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Begitu tiba di lokasi, petugas mendapati rumah tersebut sudah dilalap si jago merah. Tiga pancaran air dikerahkan untuk mengepung dan memadamkan api agar tidak merembet ke properti di sekitarnya.
Penghuni rumah yang terbakar disebut telah menyelamatkan diri sebelum SCDF tiba. Namun, operasi pemadaman yang berlangsung cukup alot memaksa sekitar 30 orang dari rumah-rumah tetangga untuk mengungsi sementara. Satu orang dari unit tetangga dievaluasi karena mengalami iritasi akibat asap dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH).
Seorang petugas pemadam juga mengalami cedera pergelangan kaki saat bertugas, tetapi tidak memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit. SCDF mengonfirmasi bahwa rumah di sebelah bangunan yang terbakar mengalami kerusakan parsial. Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan area masih berlangsung untuk mencegah api menyala kembali, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Seorang saksi mata, Sophie Wei, yang tinggal di Kovan, menuturkan melihat kobaran api oranye terang dan asap tebal yang tampak dari kejauhan sekitar pukul 15.20. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan dan melalap sebagian atap. Sekitar satu jam kemudian, bagian atap mulai runtuh dan struktur rumah menghitam. Yang menarik, setelah api sempat padam, kepulan asap dan api kembali terlihat sekitar pukul 17.50, menandakan api sempat menyala kembali sebelum akhirnya berhasil dijinakkan.
Peristiwa ini menyoroti risiko kebakaran di kawasan perumahan yang padat, terutama di negara kota seperti Singapura. Meski demikian, respons cepat SCDF dan sistem evakuasi yang terkoordinasi berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa. Bagi Indonesia, kejadian ini menjadi pelajaran berharga mengingat banyak wilayah perkotaan di Tanah Air memiliki kepadatan hunian serupa. Kesiapsiagaan warga, ketersediaan jalur evakuasi, dan kecepatan respons pemadam kebakaran menjadi faktor krusial yang perlu terus diasah.
SCDF mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, memastikan instalasi listrik aman, dan tidak meninggalkan peralatan memasak tanpa pengawasan. Investigasi penyebab kebakaran masih berlangsung, dan hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang. Akankah insiden ini mendorong peningkatan standar keselamatan kebakaran di kawasan hunian Singapura dan sekitarnya?



