Gibran Tinjau Pemulihan Sekolah di Tapanuli Tengah, Pastikan Anak Kembali Belajar Aman
Baca dalam 60 detik
- Wapres Gibran Rakabuming Raka mengecek langsung progres rehabilitasi SMA Negeri 1 Barus yang rusak akibat bencana hidrometeorologi November 2025.
- Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak, dengan Tapanuli Tengah sebagai salah satu area terparah.
- Perhatian terhadap infrastruktur sekolah pascabencana menjadi indikator kesiapan daerah dalam menghadapi musim hidrometeorologi mendatang.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, meninjau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat (6/2). Langkah ini diambil untuk memastikan proses belajar-mengajar di wilayah yang diterjang banjir dan longsor akhir November 2025 dapat segera berjalan normal kembali.
Lokasi pertama yang disambangi adalah SMA Negeri 1 Barus, salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah. Dalam kunjungan tersebut, Gibran menerima paparan dari Kepala Sekolah Fahman Pardosi melalui layar smartboard, kemudian berkeliling memeriksa kondisi ruang kelas satu per satu. Sebagian besar bangunan dilaporkan telah menunjukkan perbaikan signifikan, sehingga aktivitas pendidikan dinilai aman untuk dilanjutkan.
โYang terpenting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,โ ujar Gibran di sela peninjauan. Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas pemerintah pada aspek psikologis dan edukatif, bukan sekadar fisik bangunan.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara pada akhir tahun lalu tercatat berdampak pada sedikitnya 18 kabupaten/kota. Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah dengan kerusakan terbesar, baik pada infrastruktur publik maupun permukiman warga. Gubernur Bobby Nasution mengakui telah beberapa kali mengunjungi titik-titik terdampak dan menekankan pentingnya koordinasi lintas tingkat pemerintahan.
โMana yang menjadi tugas provinsi perlu disegerakan, termasuk koordinasi bila ada yang perlu dibenahi di sekolah ini. Apalagi ini wilayah yang terdampak bencana di akhir tahun lalu,โ kata Bobby. Ia juga mengapresiasi kerja pemerintah pusat yang hingga kini masih konsisten melakukan pemulihan di semua daerah terdampak.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menuntaskan pemulihan infrastruktur pendidikan, yang sering kali menjadi prioritas kedua setelah jalan dan jembatan. Padahal, sekolah adalah fondasi bagi masa depan anak-anak yang hidupnya sempat terguncang oleh bencana.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di daerah rawan bencana, kunjungan ini memberikan harapan bahwa negara hadir tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan jangka panjang. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah: apakah upaya ini berkelanjutan? Mengingat Indonesia terletak di kawasan cincin api dan rawan hidrometeorologi, investasi pada infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini menjadi keniscayaan, bukan pilihan.
Pemerintah provinsi dan pusat tampaknya sadar akan hal ini. Dengan adanya peninjauan langsung dari level tertinggi, diharapkan ada percepatan anggaran dan perbaikan koordinasi. Meski demikian, publik perlu mengawal agar janji pemulihan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh para guru dan murid yang setiap hari menatap dinding kelas yang baru saja diperbaiki.



