Leigh Leopards Hancurkan St Helens dan Amankan Tiket Play-off Super League
Baca dalam 60 detik
- Leigh memastikan tempat di enam besar Super League setelah menang telak 8 try atas St Helens.
- Kekalahan ini mengakhiri rekor St Helens yang selalu tampil di play-off sejak era Super League.
- Josh Charnley mencetak try pertama dan langsung menandatangani kontrak baru hingga 2027.

Leigh Leopards memastikan langkah mereka ke babak play-off Super League untuk keempat kalinya secara beruntun setelah menundukkan St Helens dengan skor telak 46-10 di Leigh Sports Village, Sabtu (14/9). Kemenangan ini sekaligus mengubur asa St Helens yang untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi era Super League gagal tampil di fase gugur.
Sejak awal laga, tuan rumah sudah menunjukkan intensitas tinggi. Baru 10 menit berjalan, Leigh sudah unggul lewat try Josh Charnley yang memanfaatkan tendangan Adam Cook. Momen tersebut terasa istimewa karena Charnley langsung merayakannya dengan pura-pura menandatangani kontrak, dan tak lama kemudian pengumuman resmi di stadion mengonfirmasi bahwa pemain sayap berusia 34 tahun itu telah memperpanjang masa baktinya hingga musim 2027.
Keunggulan Leigh bertambah empat menit berselang melalui aksi David Armstrong yang berlari dari tengah lapangan setelah kombinasi apik bersama Cook dan Lachlan Lam. St Helens sempat memberi perlawanan lewat try Jacob Douglas dan Tristan Sailor, namun Leigh tetap unggul 24-10 saat turun minum. Babak kedua menjadi panggung dominasi Leigh: Mark Percival dari St Helens diganjar kartu kuning akibat tekel tinggi, dan tim tamu kehilangan ritme permainan.
Edwin Ipape, Umyla Hanley (dua try), Jacob Alick-Wiencke, dan Robbie Mulhern melengkapi pesta delapan try Leigh. Kemenangan ini memastikan Leigh bertahan di peringkat kelima klasemen, dengan peluang naik ke posisi keempat jika menang pada pekan pamungkas melawan Wakefield. Bagi St Helens, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit setelah mereka selalu lolos ke play-off sejak kompetisi berganti format menjadi Super League pada 1996.
Kekalahan ini juga menjadi catatan kelam bagi St Helens yang baru saja kehilangan pelatih Paul Wellens di akhir musim. Percival, yang sebelumnya mengumumkan pensiun pada akhir musim, justru menjadi sorotan karena kartu kuningnya. Analis rugby league menilai St Helens gagal beradaptasi dengan tekanan tinggi yang diterapkan Leigh, terutama dalam bertahan dari serangan balik cepat.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, meski olahraga ini belum sepopuler sepak bola, perkembangan Super League tetap menarik untuk diikuti karena semakin kompetitifnya persaingan di papan atas. Keberhasilan Leigh, klub yang berbasis di kota kecil dekat Manchester, menunjukkan bahwa tim dengan sumber daya terbatas pun bisa bersaing jika memiliki strategi yang tepat dan manajemen yang solid.
Dengan satu putaran tersisa, Leigh masih berpeluang memperbaiki posisi mereka. Pertanyaan besarnya adalah mampukah mereka mempertahankan performa impresif ini hingga babak play-off? Sementara itu, St Helens harus melakukan evaluasi besar-besaran untuk kembali bersaing di musim depan.



