Dukungan Politik Kripto Makin Gencar: Stand With Crypto Endorse 32 Calon Kongres AS
Baca dalam 60 detik
- Kelompok advokasi kripto bentukan Coinbase, Stand With Crypto, mengumumkan dukungan untuk 32 calon anggota Kongres AS pada pemilu paruh waktu November mendatang.
- Langkah ini memperkuat pengaruh industri aset digital di Washington, terutama saat RUU Clarity Act yang menjadi prioritas utama masih mandek di Senat.
- Dengan dana kampanye yang sudah menembus USD 200 juta, industri kripto berupaya mempertahankan kursi legislator yang ramah terhadap regulasi aset digital.

Kelompok advokasi yang didukung bursa kripto Coinbase, Stand With Crypto, secara resmi mendukung 32 calon petahana Kongres Amerika Serikat untuk pemilu paruh waktu November. Langkah ini menegaskan semakin kuatnya pengaruh industri aset digital di panggung politik Washington, di tengah mandeknya regulasi utama yang mereka perjuangkan.
Dukungan tersebut diumumkan pada Senin (24/8) dan pertama kali dilaporkan oleh Reuters. Seluruh kandidat yang didukung diketahui telah memilih mendukung RUU Clarity Act saat masih dibahas di DPR tahun lalu. RUU ini menjadi prioritas utama industri kripto karena dinilai mampu memberikan kepastian hukum yang selama ini mereka nantikan. Namun, di Senat, RUU tersebut masih menghadapi penolakan dari sejumlah anggota, sehingga prosesnya tersendat.
Mason Lynaugh, direktur eksekutif Stand With Crypto, mengatakan kampanye 2026 ini merupakan kelanjutan dari upaya pertama mereka pada 2024. "Pada 2024 kami membuktikan bahwa pemilih kripto itu nyata. Pada 2026 kami menunjukkan bahwa kami memiliki kapasitas organisasi dan advokat kami adalah blok pemilih sejati yang bisa menggerakkan perubahan," ujarnya dalam sebuah wawancara.
Coinbase meluncurkan Stand With Crypto pada 2023 sebagai gerakan akar rumput untuk mendorong lahirnya regulasi yang pro-kripto. Berbeda dengan pendekatan lama yang mengandalkan pengeluaran kampanye besar-besaran, kelompok ini memilih strategi mobilisasi pemilih. Hingga kini, mereka mengklaim telah memiliki lebih dari 3 juta advokat terdaftar di Amerika Serikat.
Di antara 32 nama yang baru diumumkan, terdapat sejumlah sekutu utama industri di DPR, seperti anggota Partai Republik Tom Emmer dan Bill Huizenga, serta anggota Partai Demokrat Ritchie Torres dan Josh Gottheimer. Beberapa di antaranya diprediksi akan menghadapi persaingan ketat, seperti Juan Ciscomani dari Arizona dan Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania. "Saya pikir kami bisa menjadi penentu di beberapa pertarungan ini," kata Lynaugh. Kelompok ini juga berencana mengumumkan dukungan untuk calon senator mendekati hari pemungutan suara.
Kiprah politik industri kripto sebenarnya sudah terlihat pada siklus 2024, ketika mereka mengucurkan dana hingga USD 170 juta untuk mendukung calon anggota Kongres. Hasilnya, banyak kandidat yang mereka dukung berhasil memenangkan kursi. Salah satu kemenangan legislatif yang diraih adalah pengesahan Genius Act tahun lalu, yang mengatur stablecoin—token kripto yang dipatok ke dolar AS—dan berpotensi meningkatkan adopsinya.
Untuk pemilu paruh waktu November mendatang, industri ini telah menggelontorkan dana hampir USD 200 juta. Sebagian besar dana tersebut dialirkan melalui Fairshake, sebuah komite aksi politik (super PAC) yang dibentuk khusus untuk mendukung kandidat pro-kripto. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya industri ini dalam mempertahankan pengaruhnya di Kongres.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pelajaran penting. Meskipun regulasi kripto di dalam negeri masih terus berkembang, kekuatan politik industri aset digital di AS bisa menjadi indikator bagaimana sektor ini akan diperlakukan di masa depan. Jika RUU Clarity Act akhirnya disahkan, kepastian hukum yang dihasilkan bisa memengaruhi kebijakan di negara lain, termasuk Indonesia, yang tengah berupaya menyeimbangkan inovasi dan perlindungan konsumen.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah industri kripto akan terlibat dalam politik, melainkan sejauh mana mereka bisa memengaruhi arah kebijakan. Dengan dana yang melimpah dan basis advokat yang terus tumbuh, mereka tampaknya siap memainkan peran besar dalam menentukan nasib regulasi aset digital di Amerika Serikat—dan mungkin juga di belahan dunia lain.



