AI Financial Lepas Unit Kanada ke PrimeDelta: Strategi Pangkas Beban di Tengah Anjloknya Saham
Baca dalam 60 detik
- Perusahaan fintech afiliasi Trump, AI Financial, menjual anak usahanya di Kanada kepada PrimeDelta dengan nilai US$12 juta plus 11,6 juta saham.
- Langkah ini terjadi setelah Perpetuals.com membatalkan akuisisi, dan di tengah merosotnya harga saham AI Financial lebih dari 95% sejak Agustus 2025.
- Penjualan ini berpotensi mempengaruhi persepsi investor terhadap kripto dan tokenisasi aset, serta menjadi pelajaran bagi pasar Indonesia yang mulai melirik aset digital.

AI Financial Corp, perusahaan fintech yang berafiliasi dengan World Liberty Financial—ventura kripto keluarga Trump—resmi melepas unit bisnisnya di Kanada, ALT5 Sigma Canada, kepada PrimeDelta Corp yang berbasis di New York. Transaksi ini tercatat dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Jumat lalu, hanya beberapa pekan setelah calon pembeli sebelumnya, Perpetuals.com, mengundurkan diri dari negosiasi.
Berdasarkan pengajuan SEC, AI Financial akan menerima wesel bayar senilai US$12 juta yang dijamin, dengan pembayaran awal US$1 juta pekan depan dan sisanya dicicil, ditambah sekitar 11,6 juta lembar saham PrimeDelta. Meski demikian, dokumen tersebut tidak merinci alasan di balik penjualan ini. Baik AI Financial—yang sebelumnya dikenal sebagai ALT5 Sigma—maupun PrimeDelta belum memberikan komentar resmi di luar jam kerja.
Langkah ini menjadi babak baru bagi AI Financial yang tengah berjuang memulihkan kinerja. Sejak Agustus 2025, saat perusahaan menjalin kemitraan dengan World Liberty Financial, harga sahamnya merosot tajam dari lebih dari US$9 menjadi sekitar 44 sen per saham, dengan kapitalisasi pasar hanya sekitar US$61 juta. Kemitraan tersebut sempat menggegerkan pasar karena ALT5 Sigma berhasil mengumpulkan dana US$750 juta dari penjualan saham baru, dan menggunakan US$717 juta di antaranya untuk membeli token World Liberty. Transaksi ini dilaporkan mengalirkan lebih dari US$500 juta ke keluarga Trump, berdasarkan kesepakatan mereka dengan World Liberty Financial.
Penjualan ALT5 Sigma Canada kepada PrimeDelta terjadi sekitar tiga pekan setelah Perpetuals.com mengumumkan pembatalan rencana akuisisi tanpa penjelasan rinci. Sebelumnya, ALT5 Sigma sempat menggugat PrimeDelta pada tahun lalu, menuduh perusahaan itu terkait dengan mantan konsultan yang dituduh menyalahgunakan data perusahaan untuk bisnis pesaing. Sengketa tersebut akhirnya diselesaikan pada Desember lalu tanpa ada pengakuan kesalahan dari kedua belah pihak, menurut dokumen SEC.
PrimeDelta sendiri merupakan platform finansial yang fokus pada tokenisasi sekuritas, sebuah tren yang mulai mendapat perhatian di pasar global. Bagi pelaku industri di Indonesia, langkah AI Financial ini menjadi sinyal bahwa bahkan perusahaan dengan koneksi politik kuat pun tidak kebal terhadap tekanan pasar. Regulator dan investor di dalam negeri dapat menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi mengenai risiko dan tata kelola dalam investasi aset digital, terutama saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti terus memperketat aturan main di sektor tersebut.
Ke depan, pertanyaan besar yang menggantung adalah bagaimana AI Financial akan menggunakan dana segar dari penjualan ini untuk membenahi fundamental bisnisnya. Apakah langkah ini akan diikuti dengan restrukturisasi lebih dalam, atau justru menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang bersiap menghadapi tekanan regulasi yang semakin ketat terhadap aset kripto? Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini layak dicermati sebagai pengingat bahwa volatilitas dan ketidakpastian masih menjadi karakter utama industri fintech dan kripto global.



