Leeds Incar Anthony Martial Gratisan: Bisakah Meniru Sukses Calvert-Lewin?
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan telah melakukan pendekatan untuk merekrut Anthony Martial yang berstatus bebas transfer, menyusul keberhasilan mereka memulihkan karier Dominic Calvert-Lewin.
- Martial, yang tampil mengecewakan di Monterrey dan AEK Athens, dianggap memiliki kemiripan dengan Calvert-Lewin saat dilepas Everton karena masalah cedera dan performa.
- Jika kepindahan ini terwujud, Leeds berpotensi mendapatkan penyerang haus gol dengan biaya nol, mengikuti pola sukses mereka di bursa transfer sebelumnya.

Leeds United tengah mempertimbangkan langkah berani di luar bursa transfer dengan membidik Anthony Martial yang berstatus bebas agen. Ketertarikan ini muncul setelah keberhasilan mereka memulihkan performa Dominic Calvert-Lewin, yang kini menjadi mesin gol andalan di Elland Road. Apakah Martial bisa menjadi proyek pemulihan berikutnya?
Calvert-Lewin, yang direkrut dengan gratis pada musim panas lalu, telah membuktikan diri sebagai penyerang haus gol. Musim ini saja, ia sudah mencetak 14 gol di Premier League, mengungguli rekan-rekan seangkatannya seperti Viktor Gyokeres, Benjamin Sesko, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike. Padahal, sebelumnya ia hanya mampu mencetak 12 gol dalam tiga musim terakhir bersama Everton. Kebangkitan ini menjadikannya salah satu pembelian terbaik Daniel Farke, terutama di tengah maraknya nilai transfer pemain yang melambung tinggi.
Kini, Leeds kembali berpeluang mendapatkan penyerang gratis dengan potensi serupa. Menurut laporan TEAMtalk, klub asal Yorkshire tersebut telah melakukan kontak dengan perwakilan Anthony Martial. Pemain Prancis berusia 30 tahun itu meninggalkan Monterrey pada Juni lalu dan dikabarkan terbuka untuk kembali ke Premier League, setelah sebelumnya membela Manchester United selama sembilan tahun.
Karier Martial memang meredup sejak meninggalkan Old Trafford pada 2024. Cedera dan inkonsistensi menghantuinya di AEK Athens dan Monterrey. Namun, catatan golnya di Premier Leagueโ63 gol dan 28 assist dalam 209 penampilanโmasih lebih baik dibandingkan Calvert-Lewin yang mencatatkan 72 gol dan 16 assist dalam 276 laga. Ini menunjukkan bahwa Martial, saat fit dan percaya diri, adalah finisher alami yang bisa menjadi pembeda.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, langkah Leeds ini menarik karena menunjukkan strategi cerdas klub-klub Premier League dalam memanfaatkan pasar bebas transfer. Di tengah regulasi finansial yang ketat, merekrut pemain berpengalaman dengan biaya nol bisa menjadi alternatif efektif untuk memperkuat skuad tanpa menguras anggaran. Hal ini juga relevan dengan klub-klub Indonesia yang kerap mencari pemain asing berkualitas dengan budget terbatas.
Meski demikian, Martial bukan tanpa risiko. Ia hanya mencetak 12 gol liga sejak 2020/21 hingga 2023/24, mirip dengan periode sulit Calvert-Lewin di Everton. Namun, seperti yang telah ditunjukkan Farke, ia memiliki kemampuan untuk memulihkan performa pemain yang dianggap 'mati kariernya'. Keberhasilan Calvert-Lewin menjadi bukti bahwa lingkungan yang tepat dan manajemen yang suportif dapat mengubah nasib seorang pemain.
Dengan hanya mengandalkan Lukas Nmecha sebagai cadangan striker setelah kepergian Joel Piroe ke West Ham, Leeds jelas membutuhkan opsi tambahan di lini depan. Meski bursa transfer telah ditutup, merekrut pemain bebas transfer masih dimungkinkan. Jika Martial benar-benar bergabung, ia tidak hanya akan menjadi pelapis Calvert-Lewin, tetapi juga saingan sehat yang bisa memacu produktivitas tim.
Pertanyaannya, apakah Martial mampu melepaskan diri dari bayang-bayang cedera dan kembali menemukan performa terbaiknya? Atau akankah ia menjadi proyek gagal lainnya di Elland Road? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Leeds tidak takut mengambil risiko pada pemain yang dianggap 'rusak', dan mereka punya resep yang terbukti berhasil.



