Netflix Rilis Docuseries Matthew Perry: Sang Adik Buka Suara untuk Pertama Kalinya
Baca dalam 60 detik
- Docuseries tiga bagian tentang Matthew Perry akan tayang di Netflix pada 27 Oktober, menampilkan kesaksian eksklusif dari sang adik, Mia Perry Bowick.
- Mia Perry Bowick berbicara untuk pertama kalinya sejak kematian sang aktor pada 2023, mengungkap sisi personal Matthew di balik layar dan perjuangannya melawan kecanduan.
- Serial ini menjanjikan materi arsip pribadi keluarga yang belum pernah dirilis, memberikan perspektif baru bagi penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Netflix mengonfirmasi akan merilis docuseries tiga bagian tentang mendiang Matthew Perry, bintang serial legendaris Friends, pada 27 Oktober mendatang. Untuk pertama kalinya sejak kepergiannya pada Oktober 2023, sang adik, Mia Perry Bowick, angkat bicara dalam serial berjudul The One About Matthew Perry, memberikan kesaksian yang belum pernah diungkap ke publik.
Kematian Perry pada usia 54 tahun akibat overdosis yang tidak disengaja masih menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga jutaan penggemar di seluruh dunia. Docuseries ini hadir sebagai upaya untuk mengenang sang aktor secara lebih utuh, melampaui citra Chandler Bing yang melekat padanya. Melalui wawancara eksklusif dengan Mia dan sahabat dekat Perry, serta materi arsip pribadi keluarga yang belum pernah dirilis, serial ini menjanjikan sudut pandang baru tentang perjalanan hidup sang komedian.
Dalam pernyataannya kepada Tudum, Mia Perry Bowick mengungkapkan bahwa butuh waktu baginya untuk siap berbagi kenangan tentang kakaknya. Ia menekankan bahwa Matthew adalah sosok yang kompleks, bukan sekadar aktor komedi atau seseorang yang berjuang melawan kecanduan. "Sebagai adiknya, dia membentuk siapa saya hari ini," ujarnya. Mia juga menyebut bahwa Matthew memiliki hati yang indah dan semangat yang murah hati, bahkan di saat-saat tergelapnya, ia mampu membuat orang tertawa dan merasa dicintai.
Docuseries ini disutradarai oleh Mary Robertson, yang menyebut Perry sebagai salah satu jenius komedi di zamannya. Robertson menjelaskan bahwa serial ini dibuat untuk mengungkap sisi manusia di balik figur publik, dengan menghadirkan kesaksian dari kolaborator kreatif dan teman-teman yang mendukung Perry. "Publik hanya tahu sebagian dari kisahnya," kata Robertson. "Kami ingin orang-orang yang mengenal dan mencintai Matthew untuk mengungkap siapa dia sebenarnya."
Bagi penggemar di Indonesia, Friends bukan sekadar sitkom; ia adalah bagian dari budaya populer yang menemani banyak orang tumbuh. Chandler Bing, dengan gaya humornya yang khas, menjadi ikon yang dicintai lintas generasi. Kehadiran docuseries ini memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok di balik karakter tersebut, termasuk perjuangannya melawan kecanduan yang selama ini jarang terekspos. Serial ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan bahaya penyalahgunaan zat, isu yang relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia.
Netflix sendiri menggambarkan serial ini sebagai perjalanan Perry dari bintang komedi yang sedang naik daun hingga menjadi sosok yang dicintai dunia. Dengan menggabungkan kenangan langsung dari rekan-rekan kreatif dan detail baru tentang perjuangan pribadinya, docuseries ini diharapkan dapat memberikan penghormatan yang layak bagi warisan Perry. Pertanyaannya, mampukah serial ini menyajikan keseimbangan antara sisi humor dan tragedi yang mewarnai hidupnya? Atau justru akan membuka luka lama bagi keluarga dan penggemar? Yang jelas, The One About Matthew Perry akan menjadi tontonan emosional yang tak boleh dilewatkan.



