Gagal Amankan Balogun, Everton Tawarkan Rp700 Miliar untuk Ezzalzouli di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Everton mengajukan tawaran โฌ43 juta untuk Abde Ezzalzouli, namun Real Betis menolak karena menginginkan klausul rilis โฌ60 juta.
- Kegagalan transfer Folarin Balogun membuat Everton hanya memiliki satu striker murni, Thierno Barry, untuk musim ini.
- Peluang kejaran Everton dan Newcastle terhadap Ezzalzouli diprediksi kembali terbuka pada bursa Januari.

Everton nyaris memecahkan rekor transfer klub pada hari terakhir bursa musim panas setelah mengajukan tawaran senilai โฌ43 juta atau sekitar Rp700 miliar untuk pemain sayap Real Betis, Abde Ezzalzouli. Namun, langkah tersebut gagal setelah klub asal Spanyol itu bersikukuh mempertahankan pemainnya dengan menunjuk klausul rilis sebesar โฌ60 juta.
Kegagalan ini terjadi setelah drama transfer Folarin Balogun yang berantakan. Penyerang asal Amerika Serikat itu batal bergabung ke Goodison Park setelah proses medis yang alot dan akhirnya memilih bertahan di Monaco. Direktur Monaco, Thiago Scuro, mengungkapkan bahwa kontrak sebenarnya sudah ditandatangani kedua klub, tetapi Balogun menarik diri pada menit-menit akhir karena merasa tidak nyaman dengan keraguan dari tim medis Everton.
Dampaknya, manajer David Moyes kini hanya memiliki satu striker murni, Thierno Barry, setelah Beto hengkang ke Fiorentina. Situasi ini menjadi ironi karena Everton sejatinya menargetkan lolos ke kompetisi Eropa musim ini, tetapi komposisi skuad di lini depan justru menipis. Menurut laporan Mundo Deportivo yang dikutip Sport Witness, tawaran untuk Ezzalzouli diajukan hanya beberapa jam sebelum penutupan bursa, namun Betis menolak mentah-mentah.
Ezzalzouli, pemain berusia 24 tahun asal Maroko, bukanlah target dadakan. Sebelumnya, Newcastle United juga sempat dikaitkan dengan pemain yang tampil impresif bersama Real Betis musim lalu. Namun, tidak ada satu pun klub yang berani memicu klausul rilisnya. Keputusan Everton untuk mundur dari negosiasi menunjukkan bahwa mereka tidak bersedia membayar harga yang diminta Betis, meskipun sang pemain jelas masuk dalam radar utama Moyes.
โKontrak sudah ditandatangani, tetapi pada saat terakhir pemain memutuskan untuk tidak menandatangani. Balogun merasa tidak nyaman karena keraguan dari departemen medis Everton tentang masa depannya,โ ujar Thiago Scuro.
Kegagalan ini memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi rekrutmen Everton. Apakah mereka akan kembali mencoba mendatangkan Ezzalzouli pada Januari mendatang, atau justru mencari alternatif lain yang lebih realistis? Newcastle juga diprediksi akan kembali bergerak, mengingat kebutuhan akan tambahan daya gedor di lini sayap. Persaingan untuk mendapatkan pemain sekaliber Ezzalzouli dipastikan akan semakin ketat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi pelajaran bahwa dinamika bursa transfer Eropa kerap berakhir dengan keputusan mendadak yang berdampak besar pada performa klub. Everton, yang memiliki basis penggemar besar di Asia Tenggara, kini harus berpikir keras untuk memperkuat skuadnya di tengah keterbatasan finansial. Jika tidak, target ambisius mereka untuk bersaing di papan atas Premier League bisa kembali tertunda.



