Man City Rekrut Iliman Ndiaye dari Everton: Investasi £65 Juta demi Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengamankan tanda tangan winger Senegal Iliman Ndiaye dengan nilai transfer hingga £65 juta, menjadikannya rekrutan termahal kedua di bursa musim panas ini.
- Kesepakatan ini muncul setelah Tottenham gagal menyelesaikan transfer karena masalah personal terms Richarlison, membuka jalan bagi City untuk bergerak cepat.
- Dengan tambahan Ndiaye dan Enzo Fernandez, City menunjukkan ambisi besar untuk mempertahankan dominasi di Premier League dan Liga Champions.

Manchester City resmi mengumumkan perekrutan winger asal Senegal, Iliman Ndiaye, dari Everton pada hari terakhir bursa transfer musim panas. Nilai kesepakatan ini dilaporkan mencapai £65 juta, dengan rincian £60 juta dibayar di muka dan £5 juta sebagai bonus tambahan. Langkah ini menegaskan agresivitas The Citizens di bursa transfer, yang pada hari yang sama juga menyepakati rekor transfer bersama Inggris senilai £125 juta untuk gelandang Chelsea, Enzo Fernandez.
Ndiaye, yang baru berusia 26 tahun, menandatangani kontrak berdurasi lima tahun di Etihad Stadium. Pemain yang pernah menimba ilmu di akademi Marseille ini mengaku bahwa kesempatan ini adalah puncak dari perjalanan kariernya yang penuh liku. "Saya telah bekerja sepanjang hidup untuk kesempatan seperti ini. City adalah salah satu klub terbaik di dunia, dan saya ingin menulis babak baru dalam kisah istimewa ini," ujarnya dalam pernyataan resmi klub.
Sejak bergabung dengan Everton pada 2024, Ndiaye tampil impresif dengan mencetak 21 gol dalam 74 penampilan. Kecepatan, dribel, dan kemampuannya bermain di kedua sisi sayap membuatnya menjadi target utama sejumlah klub papan atas Inggris. Namun, Tottenham Hotspur sempat menjadi kandidat terdepan setelah mencapai kesepakatan dengan Everton pada Jumat malam. Rencana tersebut gagal setelah Richarlison, yang akan menjadi bagian dari kesepakatan tukar tambah, tidak mencapai kata sepakat soal kontrak pribadi dengan mantan klubnya.
Kegagalan Tottenham ini menjadi peluang emas bagi Manchester City. Manajer Pep Guardiola, yang dikenal jeli dalam merekrut pemain muda berbakat, diyakini melihat Ndiaye sebagai investasi jangka panjang. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan variasi serangan dan menjadi suksesor potensial bagi pemain-pemain senior di lini depan. Selain Ndiaye, City juga telah mendatangkan tujuh pemain baru lainnya musim ini, termasuk Elliot Anderson, Geronimo Rulli, dan Ayyoub Bouaddi, yang menunjukkan perombakan besar-besaran skuad.
Bagi pengamat sepak bola, langkah City ini bukan sekadar belanja pemain, melainkan sinyal dominasi jangka panjang. Dengan mendatangkan pemain muda seperti Ndiaye dan Fernandez, City tampaknya ingin membangun tim yang tidak hanya kuat sekarang, tetapi juga siap bersaing di masa depan. Hal ini sejalan dengan strategi klub yang kerap meremajakan skuad secara bertahap.
Di sisi lain, keputusan Everton melepas Ndiaye dengan harga yang menggiurkan menunjukkan pragmatisme klub dalam menghadapi regulasi Financial Fair Play. Bagi The Toffees, dana segar sebesar itu akan sangat membantu memperkuat tim di bursa mendatang. Sementara itu, Tottenham harus gigit jari setelah gagal mengamankan pemain incaran, dan kini harus mencari alternatif lain di sisa waktu bursa.
Bagi publik Indonesia, berita ini menambah daftar panjang pergerakan klub-klub Eropa yang kerap menjadi sorotan. Meski tidak ada pemain Asia Tenggara yang terlibat, minat terhadap Premier League di Indonesia sangat tinggi, dan transfer bernilai besar seperti ini selalu memicu perbincangan di media sosial. Para penggemar tentu berharap Ndiaye bisa tampil konsisten dan mengharumkan nama Senegal di panggung sepak bola Inggris.
Dengan dua rekrutan besar di hari yang sama, Manchester City menunjukkan keseriusan mereka untuk kembali bersaing di papan atas. Pertanyaannya, mampukah Ndiaye beradaptasi dengan cepat di bawah tekanan tinggi di Etihad? Atau akankah ia menjadi salah satu dari sekian banyak pemain yang tenggelam di klub sebesar City? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya.



