Netflix Menepi dari Perburuan Doctor Who: Serial Ikonik Tetap di BBC?
Baca dalam 60 detik
- Netflix secara eksplisit menyatakan tidak akan menawar Doctor Who, dengan alasan serial tersebut sebaiknya tetap di BBC.
- Prime Video justru membuka peluang diskusi, sementara Electric Entertainment membantah telah melakukan negosiasi resmi.
- Keputusan tender BBC dan pembatalan spesial Natal menandai perubahan strategi jangka panjang untuk waralaba ini.

Netflix secara terbuka mengesampingkan ambisinya untuk memboyong Doctor Who ke platform mereka. Dalam pernyataan yang mengemuka di Edinburgh TV Festival, Vice President of Content Netflix UK, Anne Mensah, menegaskan bahwa serial fiksi ilmiah legendaris itu "berada di tempat yang tepat" di BBC. Sikap ini muncul di tengah proses tender yang tengah disiapkan BBC untuk mencari rumah produksi baru bagi waralaba tersebut.
Mensah, yang sebelumnya pernah terlibat dalam kebangkitan Doctor Who bersama Jane Tranter, mengaku sangat mengagumi karya Russell T Davies, showrunner yang dikenal sebagai arsitek kebangkitan serial ini pada 2005. Meski demikian, ia menilai perpindahan Doctor Who ke platform streaming lain bukanlah langkah yang tepat. "Saya pikir Doctor Who milik BBC, dan semua iterasinya," ujarnya dalam wawancara dengan Radio Times. Pernyataan ini sekaligus mendinginkan spekulasi bahwa Netflix akan menjadi penawar utama dalam tender yang dijadwalkan tahun ini.
Sikap kontras justru ditunjukkan oleh Prime Video. Oliver Jones, Komisioner Senior untuk konten skrip Inggris di Amazon, menyatakan keterbukaannya untuk berdiskusi. "Saya suka Doctor Who, jadi kami menyambut baik percakapan apa pun," katanya. Sementara itu, perusahaan produksi asal Los Angeles, Electric Entertainment, yang sempat dikabarkan telah melakukan pembicaraan, membantah keras. CEO Dean Devlin menegaskan bahwa belum ada negosiasi apa pun dengan BBC, meskipun ia berharap dapat duduk bersama ketika waktu yang tepat tiba. Devlin, yang dikenal lewat karya seperti Stargate dan Independence Day, juga membantah rumor tentang kembalinya David Tennant sebagai Doctor.
Keputusan BBC untuk membuka tender Doctor Who merupakan langkah yang jarang terjadi. Dalam pernyataan resminya, BBC menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan serial tetap relevan bagi generasi mendatang. Salah satu konsekuensi yang langsung terasa adalah pembatalan spesial Natal yang sebelumnya direncanakan. BBC, Russell T Davies, dan Bad Wolf sepakat untuk mengalihkan fokus pada pengembangan musim-musim berikutnya daripada merilis episode khusus. "Kami memilih untuk berinvestasi pada masa depan jangka panjang acara ini," demikian bunyi pernyataan BBC.
Bagi penggemar Doctor Who di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meski serial ini tidak sepopuler di tanah air dibandingkan di Inggris, basis penggemarnya cukup loyal. Langkah BBC untuk mempertahankan Doctor Who di rumahnya sendiri dapat dimaknai sebagai upaya menjaga identitas budaya Inggris di tengah gempuran platform global. Di sisi lain, jika Prime Video atau pihak lain berhasil mengambil alih, distribusi serial ini di Indonesia bisa berubah, mengingat hak siar sering kali terikat dengan kesepakatan regional.
Para analis menilai bahwa keputusan Netflix untuk mundur bukan sekadar soal sentimentalitas. Anne Mensah menyebut adanya proyek lain seperti Supacell yang menjadi prioritas. Ini mengindikasikan bahwa Netflix lebih memilih fokus pada konten orisinal yang sepenuhnya mereka kuasai, daripada terlibat dalam perang penawaran untuk waralaba yang sudah mapan. Di sisi lain, minat Prime Video menunjukkan bahwa persaingan untuk konten premium masih sangat ketat, meskipun Doctor Who dianggap sebagai properti yang "sulit" untuk dipindahkan.
Pertanyaan besarnya kini: akankah BBC benar-benar melepas Doctor Who ke pihak eksternal, atau ini hanya formalitas untuk memenuhi aturan charter? Dengan reputasi serial yang telah berjalan puluhan tahun, keputusan ini akan menjadi ujian bagi komitmen BBC terhadap warisan budayanya. Sementara itu, para penggemar harus bersabar menunggu kepastian nasib TARDIS, yang kali ini mungkin akan mendarat di tempat yang tak terduga.



