Insiden di Los Angeles: Solar Mamamoo Jadi Korban Serangan Kursi Saat Tur Dunia
Baca dalam 60 detik
- Solar Mamamoo mengungkap serangan tak terduga di LA, memicu diskusi tentang keamanan selebritas di luar negeri.
- Pelaku yang belum teridentifikasi melempar kursi kayu, melukai kaki Solar, dan langsung melarikan diri setelah dicegat manajer.
- Kejadian ini menyoroti risiko tur dunia dan memunculkan spekulasi soal motif, termasuk isu rasial dan pengaruh obat-obatan.

Solar, vokalis utama grup K-pop Mamamoo, mengungkapkan pengalaman mengejutkan saat berjalan kaki di Los Angeles, Amerika Serikat, pada akhir Agustus lalu. Dalam siaran langsung yang digelar Senin (31/8), ia menceritakan bagaimana dirinya dan rombongan diserang oleh seorang pria tak dikenal yang melempar kursi kayu ke arahnya. Insiden ini terjadi di tengah jadwal padat tur dunia mereka, menimbulkan pertanyaan tentang keamanan artis di luar negeri.
Saat kejadian, Solar bersama rekan satu grupnya, Moonbyul, penata rambut, dan dua manajer pria. Mereka tengah berjalan di trotoar ketika seorang pria yang semula berada di seberang jalan tiba-tiba mendekat sambil membawa kursi di pundaknya. Tanpa peringatan, pria tersebut mengumpat dalam bahasa Inggris dan melemparkan kursi itu ke arah Solar, yang langsung mengenai kakinya. Kursi kayu itu pecah akibat benturan, meninggalkan memar di kaki Solar.
Meski terkejut, Solar mengaku tidak sempat berteriak karena serangan terjadi begitu cepat. "Itu pertama kalinya dalam hidupku mengalami hal seperti ini. Aku sangat bingung dan hanya bisa berpikir, 'Oh, apa itu tadi?'," ujarnya dalam siaran langsung tersebut. Dua manajer pria yang berada di belakang segera menghentikan pelaku, yang kemudian meninggalkan lokasi. Hingga kini, identitas pria tersebut belum terungkap.
Mamamoo saat itu berada di Los Angeles untuk melanjutkan tur dunia "4ward" yang telah membawa mereka tampil di Singapura pada Juli lalu. Insiden ini memicu spekulasi di kalangan penggemar, mulai dari dugaan motif rasial hingga pengaruh obat-obatan. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab serangan tersebut.
Bagi penggemar K-pop di Indonesia, kejadian ini menjadi pengingat bahwa popularitas global tidak selalu menjamin keamanan. Tur dunia memang membawa kegembiraan, tetapi juga risiko yang tidak terduga. Agensi dan manajemen artis kini dituntut untuk lebih memperketat protokol keamanan, terutama di kota-kota besar yang memiliki tingkat kejahatan tinggi.
Menurut analis industri hiburan, insiden seperti ini jarang terjadi namun dapat berdampak besar pada psikologis artis dan citra agensi. "Keamanan artis harus menjadi prioritas utama, terutama saat berada di luar negeri. Agensi perlu mengevaluasi kembali prosedur pengawalan dan mempertimbangkan asuransi yang lebih komprehensif," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Di Indonesia, fenomena ini juga relevan mengingat semakin banyak artis lokal yang melanglang buana ke luar negeri untuk konser atau syuting. Kasus Solar menjadi pelajaran berharga bahwa perlindungan terhadap artis tidak boleh dianggap remeh. Pihak manajemen diharapkan dapat belajar dari insiden ini untuk meningkatkan standar keamanan.
Ke depannya, akankah agensi K-pop seperti RBW Entertainment, yang menaungi Mamamoo, mengambil langkah hukum atau meningkatkan pengamanan? Atau justru insiden ini akan memicu diskusi lebih luas tentang keselamatan selebritas di ruang publik? Yang jelas, pengalaman Solar ini menjadi catatan penting bagi industri hiburan global, termasuk Indonesia, untuk lebih serius dalam melindungi para bintangnya.



