Puan Maharani Ucapkan Selamat untuk Gus Kikin, Sorot Harapan Baru PBNU
Baca dalam 60 detik
- Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas suksesnya Muktamar ke-35 NU dan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU periode 2026-2031.
- Kepemimpinan baru PBNU diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan di tengah dinamika politik nasional.
- Muktamar di Jombang menegaskan mekanisme musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi sebagai fondasi regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, menyampaikan ucapan selamat kepada K.H. Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, atas terpilihnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031. Pernyataan tersebut disampaikan Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, menyusul rampungnya Muktamar ke-35 NU yang digelar di Jombang, Jawa Timur.
Puan menilai penyelenggaraan muktamar berlangsung lancar dan demokratis, sebuah capaian yang patut diapresiasi. Ia berharap di bawah komando Gus Kikin, NU dapat terus menjalankan peran strategisnya sebagai organisasi keagamaan sekaligus pilar sosial kemasyarakatan. "Semoga dengan selesainya muktamar ini, NU semakin baik dalam menjalankan tugas-tugasnya ke depan," ujarnya, menegaskan optimisme terhadap arah organisasi.
Lebih lanjut, Puan juga mengucapkan selamat kepada K.H. Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU. Kombinasi kepemimpinan Gus Kikin dan Miftachul Akhyar dinilai akan membawa NU pada babak baru pengabdian, baik bagi warga nahdliyin maupun bangsa secara keseluruhan. Respons positif dari pimpinan DPR ini menegaskan posisi NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kohesi sosial dan moralitas publik.
Proses pemilihan Gus Kikin sendiri berlangsung melalui mekanisme musyawarah majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Senin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Keputusan tersebut diambil secara mufakat, dengan persetujuan Rais Aam terpilih. K.H. Anwar Iskandar, salah satu kiai tim AHWA, membenarkan bahwa nama Gus Kikin disepakati bulat untuk memimpin PBNU lima tahun ke depan.
Kepemimpinan baru di tubuh NU selalu menjadi perhatian luas, mengingat organisasi ini memiliki jutaan anggota dan jaringan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah Gus Kikin, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, akan diawasi ketat oleh publik, terutama dalam merespons isu-isu kebangsaan, moderasi beragama, dan pemberdayaan ekonomi umat. Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana NU mampu beradaptasi dengan dinamika generasi muda tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
Bagi konteks Indonesia, muktamar ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan sinyal stabilitas dan kontinuitas organisasi Islam terbesar di negeri ini. Dukungan dari pimpinan DPR menunjukkan adanya harapan agar NU terus menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan negara. Pertanyaannya, akankah kepemimpinan Gus Kikin mampu membawa NU lebih relevan di tengah tantangan sosial-politik yang semakin kompleks? Waktu yang akan menjawab.



