Lionel Richie Kembali Dilarikan ke ICU: Tur Amerika Utara Terancam Gangguan Kesehatan
Baca dalam 60 detik
- Legenda musik Lionel Richie kembali menjalani perawatan intensif setelah konser di St. Louis, menambah daftar panjang masalah kesehatan di tengah tur.
- Insiden ini menyusul kejadian serupa pada Juni lalu, memicu kekhawatiran akan keberlanjutan tur dan kondisi fisik sang musisi yang telah berusia 77 tahun.
- Rencana jadwal tur berikutnya di San Francisco pada 26 September menjadi sorotan, sementara para penggemar di Indonesia turut mengkhawatirkan kondisi idolanya.

Lionel Richie, penyanyi legendaris peraih Grammy, kembali harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah tampil dalam konser di St. Louis, Missouri, akhir pekan lalu. Musisi berusia 77 tahun itu dilaporkan meminta kursi saat menyelesaikan penampilannya dengan lagu "All Night Long" pada Sabtu malam, sebelum akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit sebagai langkah antisipasi.
Menurut laporan TMZ, Richie dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan masih berada di rumah sakit hingga Senin sore waktu setempat. Rencananya, ia akan diperbolehkan pulang pada Selasa, sementara jadwal konser berikutnya dalam tur "Sing a Song All Night Long" di San Francisco dijadwalkan pada 26 September. Ini merupakan kali kedua dalam beberapa bulan terakhir sang penyanyi mengalami gangguan kesehatan di tengah tur, setelah sebelumnya ia terpaksa menunda dua konser karena jatuh sakit di atas panggung.
Insiden pertama terjadi pada akhir Juni lalu, saat Richie sedang membawakan lagu "Dancing on the Ceiling" di St. Paul, Minnesota. Ia tiba-tiba merasa pusing dan duduk di panggung sebelum meninggalkan pertunjukan lebih awal. Sekitar 40 menit kemudian, pemain saksofon Dino Soldo muncul untuk memberi tahu penonton bahwa Richie tidak dapat melanjutkan penampilannya. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar, mengingat usia sang musisi yang sudah lanjut.
Meski demikian, Richie kembali naik panggung pada 30 Juni dan bercanda dengan penggemar tentang kondisinya. Melalui unggahan Instagram, ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya dan menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan baik. Ia juga menyebut penampilan di Pittsburgh dan Detroit sebagai momen yang menyenangkan, serta berjanji untuk bertemu penggemar di Toronto.
Kabar ini tentu menjadi perhatian bagi penggemar musik di Indonesia, yang selama bertahun-tahun mengidolakan Richie melalui lagu-lagu seperti "Hello", "Say You, Say Me", dan "Dancing on the Ceiling". Meski tidak ada jadwal konser di Asia Tenggara dalam waktu dekat, kondisi kesehatan sang legenda kerap menjadi sorotan, terutama mengingat usianya yang tak lagi muda. Banyak penggemar berharap Richie dapat segera pulih dan melanjutkan tur dengan lancar, mengingat popularitasnya yang masih tinggi.
Para analis musik menilai bahwa gangguan kesehatan yang berulang ini bisa menjadi sinyal bagi manajemen Richie untuk mengevaluasi kembali jadwal tur yang padat. Meski sang penyanyi dikenal memiliki energi panggung yang luar biasa, faktor usia tetap menjadi pertimbangan utama. Beberapa pengamat juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ambisi artistik dan kondisi fisik, terutama bagi musisi senior yang masih aktif tampil.
Ke depannya, publik akan menantikan perkembangan kondisi Richie dan keputusan manajemen terkait kelanjutan tur. Apakah ia akan tetap tampil di San Francisco akhir bulan ini, atau justru menunda untuk pemulihan yang lebih optimal? Yang jelas, kesehatan tetap menjadi prioritas utama, dan para penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, hanya bisa berharap yang terbaik untuk sang legenda.



