Roma Hancurkan Lecce 4-0: Malen Cetak Dua Gol, Mora Buka Rekening
Baca dalam 60 detik
- Donyell Malen mencetak dua gol dan satu assist saat Roma menang telak 4-0 atas Lecce di Serie A, menjadikannya top skor sementara dengan lima gol dalam dua laga.
- Rodrigo Mora, pemain muda asal Portugal, mencetak gol pertamanya untuk Roma, menandai awal yang menjanjikan bagi regenerasi skuad Giallorossi.
- Kemenangan ini memperkuat posisi Roma di papan atas klasemen, sementara Lecce harus segera berbenah setelah eksperimen taktik lima bek gagal total.

AS Roma kembali menunjukkan tajinya di Serie A dengan membantai tuan rumah Lecce 4-0 pada pekan kedua, Minggu (25/8) malam WIB. Donyell Malen menjadi bintang dengan dua golnya, sementara Matias Soulรฉ dan Rodrigo Mora melengkapi pesta gol di Stadion Via del Mare. Kemenangan ini menegaskan ambisi Roma untuk bersaing di papan atas musim ini, sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawannya.
Sejak awal laga, Roma langsung mengambil inisiatif menyerang. Hanya butuh tiga menit untuk membuka keunggulan ketika kesalahan fatal pertahanan Lecce dimanfaatkan dengan dingin oleh Malen. Kialonda Gaspar, bek Lecce, melakukan kesalahan umpan yang langsung disambar pemain sayap asal Belanda itu. Gol kedua datang pada menit ke-23, lagi-lagi berawal dari blunder Gaspar yang memberi bola kepada Wesley, yang kemudian mengirim umpan tarik untuk diselesaikan Malen dengan sepakan pelan ke tiang dekat.
Dua gol cepat itu membuat Lecce limbung. Roma terus menekan dan menambah gol ketiga melalui Soulรฉ pada menit ke-25, memanfaatkan assist Malen setelah menerima umpan terobosan Paulo Dybala. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, Lecce mencoba memperbaiki permainan dengan mengubah formasi, tetapi justru kebobolan lagi. Rodrigo Mora, pemain muda asal Portugal yang baru bergabung, mencetak gol pertamanya untuk Roma pada menit ke-65 setelah menerima umpan silang dari Nahuel Molina. Gol ini menjadi penutup manis penampilan impresif Roma.
Bagi Roma, kemenangan ini adalah yang kedua beruntun dengan skor identik 4-0 setelah sebelumnya mengalahkan Fiorentina. Donyell Malen kini telah mengoleksi lima gol dalam dua pertandingan, sebuah start yang luar biasa. Sementara itu, pelatih Lecce, Marco Giampaolo, harus mengevaluasi strateginya. Eksperimen dengan lima bek terbukti gagal total, dan timnya kesulitan mengembangkan permainan. Cedera Willem Geubbels yang harus ditarik keluar pada babak kedua menambah derita Lecce.
Kemenangan telak ini tak hanya membawa Roma ke puncak klasemen sementara, tetapi juga mengirim pesan kepada para pesaingnya. Dengan Dybala yang masih menjadi otak serangan, Malen yang tajam, dan pemain muda seperti Mora yang siap bersinar, Roma musim ini tampil lebih menakutkan. Namun, pertanyaan besarnya adalah: dapatkah mereka mempertahankan konsistensi ini melawan tim-tim besar? Jadwal berat masih menanti, dan ujian sesungguhnya baru akan dimulai.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, performa Roma ini layak dinantikan. Banyaknya pemain bintang dan gaya bermain menyerang yang atraktif membuat setiap laga Roma menjadi tontonan menarik. Terlebih, dengan adanya pemain muda seperti Mora, Roma menunjukkan bahwa mereka serius membangun tim untuk masa depan. Akankah Roma mampu bersaing hingga akhir musim? Kita tunggu saja.



