Bundesliga Fantasy Pekan Perdana: Suzuki dan Ebnoutalib Cetak Hat-trick, Olise Langsung Moncer
Baca dalam 60 detik
- Yuito Suzuki dan Younes Ebnoutalib menjadi bintang dengan hat-trick pada matchday pertama Bundesliga 2026/27, mengumpulkan poin fantasi tertinggi.
- Michael Olise, pemain terbaik musim lalu, langsung menunjukkan performa impresif meski tanpa assist, berkat kategori baru 'goal created'.
- Pekan pembuka ini menandai awal musim yang kompetitif, dengan para pemain baru dan lama bersaing ketat dalam perburuan gelar.

Matchday pertama Bundesliga 2026/27 langsung menyajikan kejutan: dua pemain mencetak hat-trick pada pekan pembuka, sebuah fenomena yang jarang terjadi. Yuito Suzuki dari Freiburg dan Younes Ebnoutalib dari Eintracht Frankfurt menjadi pusat perhatian, tidak hanya bagi penggemar di stadion, tetapi juga bagi para manajer tim fantasi yang kebanjiran poin. Sementara itu, Michael Olise, pemain terbaik musim lalu, langsung tancap gas membawa Bayern Munich menang telak.
Laga pembuka memang selalu punya cerita tersendiri. Freiburg menghancurkan Werder Bremen 4-1 di Europa-Park Stadion, dengan Suzuki mencetak tiga gol pertamanya di karier profesional. Pemain asal Jepang itu melepaskan tiga tembakan dan semuanya berbuah gol, sebuah efisiensi yang luar biasa. Dengan torehan ini, ia hanya butuh satu gol lagi untuk menyamai total golnya sepanjang musim 2025/26, menunjukkan lompatan performa yang signifikan.
Di sisi lain, Ebnoutalib mencatatkan namanya dalam buku rekor Bundesliga. Hat-trick yang ia cetak dalam laga imbang 3-3 melawan Union Berlin menjadi yang pertama bagi Eintracht Frankfurt sejak Luka Jovic pada 2018. Yang lebih mencengangkan, rentang waktu antara gol pertama dan keduanya hanya 51 detik, menjadikannya brace tercepat di Bundesliga sejak 2009. Meski hanya membawa satu poin bagi timnya, secara individu penampilannya layak masuk dalam jajaran terbaik pekan ini.
Adapun Olise, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik musim 2025/26, tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan kelasnya. Dalam kemenangan telak Bayern Munich 5-1 atas VfB Stuttgart, ia tidak mencatatkan assist resmi, tetapi berperan krusial dalam terciptanya gol. Berkat aturan baru 'goal created' dalam sistem poin fantasi, kontribusinya tetap dihargai. Dengan enam tembakan, ia menjadi salah satu pemain paling aktif dalam menyerang di pekan tersebut.
Pekan pembuka ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain lain. Maarten Vandevoordt dari RB Leipzig, Marius Wolf dan Anton Kade dari Augsburg, Dayot Upamecano dari Bayern Munich, serta Leopold Querfeld dari Union Berlin, semuanya tampil solid dan mengumpulkan poin fantasi yang signifikan. Kehadiran nama-nama seperti Lukas Petkov dari Elversberg dan Thijs Dallinga dari Cologne menunjukkan bahwa persaingan di Bundesliga tidak hanya milik tim-tim besar.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa Suzuki tentu menarik perhatian. Sebagai pemain Asia yang bersinar di Eropa, ia menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda di kawasan ini. Keberhasilannya beradaptasi dengan cepat di Bundesliga menunjukkan bahwa talenta Asia mampu bersaing di level tertinggi. Ini juga menjadi cermin bagi perkembangan sepak bola Indonesia, yang sedang giat mendorong pemain mudanya untuk menembus liga Eropa.
Musim ini menjanjikan persaingan yang ketat. Dengan sistem poin fantasi yang semakin canggih, termasuk kategori baru seperti 'goal created', para penggemar dituntut lebih jeli dalam memilih pemain. Pertanyaannya, akankah Suzuki dan Ebnoutalib mampu mempertahankan performa ini sepanjang musim? Atau akankah muncul bintang-bintang baru di pekan-pekan berikutnya? Yang jelas, Bundesliga 2026/27 telah memulai dengan cara yang spektakuler.



