Pegula Taklukkan Ruse di Laga Pembuka Arthur Ashe, Melaju ke Babak Kedua US Open
Baca dalam 60 detik
- Unggulan ketiga dunia, Jessica Pegula, menuntaskan perlawanan Elena-Gabriela Ruse dengan skor telak 6-3, 6-2 pada laga perdana US Open di Arthur Ashe Stadium.
- Kemenangan ini menegaskan ambisi Pegula untuk merengkuh gelar Grand Slam pertamanya, meski sempat tampil gugup dan membuang banyak peluang break di set pembuka.
- Pegula akan menantikan pemenang duel sesama wildcard Amerika, Venus Williams melawan Sofia Kenin, dengan waktu istirahat dua hari sebelum tampil kembali.

NEW YORK โ Petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula, memastikan langkahnya ke babak kedua US Open setelah menundukkan wakil Rumania, Elena-Gabriela Ruse, dengan skor 6-3, 6-2 pada laga pembuka di Arthur Ashe Stadium, Minggu (30/8) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi awal yang solid bagi unggulan ketiga dunia itu dalam perburuan gelar mayor pertamanya.
Meski tampil dominan di atas kertas, laga tersebut tidak berjalan mulus bagi Pegula. Ia mengakui sempat dilanda kegugupan di awal pertandingan, yang tercermin dari banyaknya peluang break yang gagal dikonversi. Pada set pertama, ia membuang delapan kesempatan break point sebelum akhirnya menemukan ritme permainan. Statistik mencatat Pegula melepaskan 26 winner berbanding 14 dari lawannya, sebuah bukti superioritasnya saat sudah menemukan irama.
Pertandingan yang berlangsung di hadapan penonton yang memadati stadion ikonik itu menyajikan duel menarik, terutama pada game ketiga yang berlangsung alot. Ruse, yang berada di peringkat 130 dunia, tampil heroik dengan menyelamatkan delapan break point dalam game maraton tersebut. Namun, kegigihan Ruse akhirnya patah pada game kelima setelah pukulannya melebar, memberi keunggulan break bagi Pegula.
Momen menarik terjadi pada game ketujuh set pertama ketika Ruse memenangi duel net yang menghibur penonton dengan backhand slice sempurna untuk menyelamatkan break point. Namun, Pegula segera mengambil kendali. Ia menyelesaikan set pertama dengan forehand winner yang tidak mampu dijangkau lawan, lalu melaju kencang di set kedua. Di set penutup, Pegula memenangi seluruh poin pada servis pertamanya dan mematahkan servis Ruse di game keenam serta kedelapan untuk mengunci kemenangan.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Pegula ini menarik untuk disimak mengingat ia merupakan salah satu pemain konsisten di papan atas WTA. Meski belum pernah menembus final Grand Slam, konsistensinya di turnamen-turnamen besar kerap menjadi sorotan. Di US Open tahun lalu, ia mencapai perempat final, dan tahun ini ia bertekad melampaui capaian tersebut.
Pegula sendiri mengaku gugup menjalani laga pembuka, tetapi ia berhasil mengatasi tekanan. "Saya sangat gugup hari ini," ujarnya. "(Sekarang) saya bisa duduk-duduk di sekitar arena dan menonton orang lain panik." Pernyataan ini menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi ekspektasi tinggi sebagai unggulan.
Dengan kemenangan ini, Pegula melaju ke babak kedua dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara dua wildcard Amerika, Venus Williams dan Sofia Kenin. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Arthur Ashe Stadium pada hari yang sama. Williams, yang merupakan legenda hidup tenis Amerika, tentu akan menjadi lawan yang menarik bagi Pegula. Namun, Kenin, yang pernah menjadi juara Australian Open 2020, juga tidak bisa diremehkan.
Pegula memiliki waktu istirahat dua hari sebelum tampil kembali, berkat format turnamen 15 hari yang diperkenalkan tahun lalu. Ini menjadi keuntungan tersendiri untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Pertanyaannya, mampukah Pegula menjaga konsistensi dan akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows tahun ini? Jawabannya akan terjawab dalam dua pekan ke depan.



