Pegula Menang Mudah di US Open, Ambisi Puncak Ranking Dunia Kian Nyata
Baca dalam 60 detik
- Jessica Pegula melaju ke babak kedua US Open setelah menundukkan Elena-Gabriela Ruse 6-3, 6-2, sekaligus menjaga peluangnya menjadi petenis nomor satu dunia.
- Pegula adalah satu dari empat pemain yang masih berpeluang merebut posisi puncak ranking WTA usai turnamen, meski ia harus menjuarai turnamen dan berharap Rybakina tersingkir lebih awal.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Pegula yang tengah dalam performa apik, namun persaingan di papan atas tenis wanita masih sangat ketat dengan hadirnya Sabalenka dan Rybakina.

Petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula, mengawali langkahnya di ajang Grand Slam US Open dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Rumania, Elena-Gabriela Ruse, 6-3, 6-2 pada babak pertama, Senin (31/8) WIB. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkannya ke babak kedua, tetapi juga menjaga asanya untuk bisa menggeser posisi puncak ranking WTA.
Pegula, yang merupakan finalis US Open 2024 dan kini menempati peringkat ketiga dunia, tampil dominan dengan melepaskan 26 winner berbanding 14 dari lawannya. Ia menutup pertandingan dengan forehand yang tidak bisa dikembalikan Ruse. Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi petenis berusia 32 tahun itu yang tengah memburu gelar mayor pertamanya.
Yang menarik, Pegula adalah satu dari empat petenis putri yang masih berpeluang keluar sebagai petenis nomor satu dunia setelah turnamen ini berakhir. Namun, untuk mewujudkannya, ia harus menjuarai turnamen dan berharap Elena Rybakina yang berada di peringkat kedua tersingkir sebelum semifinal. "Menempatkan diri saya di posisi itu adalah hal yang hebat, terutama dengan kedalaman permainan yang ada di tenis wanita saat ini," ujar Pegula, seperti dikutip Channel News Asia. "Ini jelas motivasi tambahan, tetapi masih sangat, sangat jauh."
Pertarungan menuju puncak klasemen ini menjadi salah satu cerita menarik di US Open tahun ini. Aryna Sabalenka, yang merupakan juara bertahan dua kali, justru datang dengan performa kurang meyakinkan di paruh kedua musim ini. Sementara itu, Rybakina juga dihantui masalah cedera. Kondisi ini membuka peluang bagi Pegula dan petenis lainnya untuk memanfaatkan situasi.
Pegula sendiri mengaku sempat merasakan gugup sebelum pertandingan. "Saya merasa sangat gugup sebelum turun ke lapangan," katanya. "Tapi itu justru menenangkan karena saya bisa melewatinya dengan cukup mudah hari ini. Dia pemain bagus, jadi mungkin pertandingan ini sedikit lebih sulit daripada yang terlihat dari skor." Kegugupan itu tampak di set pertama, di mana Ruse sempat memberikan perlawanan ketat. Namun, Pegula berhasil memanfaatkan peluang break di game kelima dan menutup set pertama dengan keunggulan.
Di babak kedua nanti, Pegula akan menghadapi pemenang pertandingan antara dua petenis Amerika lainnya, Venus Williams dan Sofia Kenin, yang akan bertanding di lapangan Ashe. Dengan jeda dua hari, Pegula punya waktu untuk memulihkan kondisi dan menyiapkan strategi. Ia mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi nomor satu dunia, bukan sekadar memenangkan Grand Slam. "Saat masih muda, saya tidak pernah bilang ingin menang Wimbledon atau US Open. Saya justru ingin jadi nomor satu dunia," kenangnya. "Saat usia tujuh tahun, saya berpikir itu hal paling keren, menjadi yang terbaik di dunia."
Bagi penggemar tenis di Indonesia, perjalanan Pegula ini menarik untuk diikuti. Persaingan di puncak ranking WTA yang ketat menunjukkan bahwa tenis wanita semakin kompetitif. Selain itu, performa Pegula yang konsisten bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia untuk terus berjuang menembus level tertinggi. Meski belum ada wakil Indonesia di ajang ini, perkembangan tenis Asia Tenggara patut diperhatikan.
Dengan kemenangan ini, Pegula semakin percaya diri. Namun, jalan menuju gelar juara masih panjang. Ia harus melewati beberapa ronde lagi dengan lawan-lawan yang tidak mudah. Pertanyaannya, akankah Pegula mampu mempertahankan performa ini dan mewujudkan mimpinya menjadi nomor satu dunia? Atau justru Sabalenka atau Rybakina yang akan kembali mendominasi? Kita tunggu saja perjalanan selanjutnya di Flushing Meadows.



